SuaraSulsel.id - Kepala Inspektorat Kabupaten Wajo, Saktiar, meninggal dunia secara tiba-tiba saat mengikuti tes kompetensi. Korban diduga terkena serangan jantung.
Peristiwa ini terjadi di lantai 4 kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada Kamis, 29 Agustus 2024. Saktiar dilaporkan tiba-tiba ambruk.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat Kepala Kesbangpol Kabupaten Wajo, Soni Paisal, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Armin, berusaha memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Namun, sayangnya, Saktiar dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit Ibnu Sina.
Kepala Badan Kepegawaian Pemprov Sulsel, Sukarniaty Kondolele, membenarkan kabar duka tersebut.
Menurut Sukarniaty, yang akrab disapa Ani, Saktiar meninggal dunia saat mengikuti uji kompetensi Jabatan Tinggi Pratama di Kantor UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi BKD Sulsel sekitar pukul 10.45 WITA.
"Kejadian terjadi delapan menit setelah beliau selesai wawancara dengan panitia seleksi," ujarnya.
Ani juga menambahkan bahwa korban sempat berbincang dengan peserta lain yang juga merupakan pejabat asal Kabupaten Wajo.
Namun, tiba-tiba Saktiar mendongakkan kepalanya dan mulai mendengkur.
Baca Juga: Rakor Bersama KPK, Prof Zudan: Inspektorat Sebagai Mata dan Telinga Kepala Daerah
"Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Beliau lancar menjawab pertanyaan dan sangat rileks," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Saktiar sempat merespons saat diberi pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru, namun saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
"Katanya beliau punya riwayat tekanan darah tinggi," tutupnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
-
Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik
-
Diserang Pansus Hak Angket, Bupati Gowa Husniah Talenrang: Jangan Sentuh Ranah Pribadi Saya