Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Selasa, 13 Agustus 2024 | 16:02 WIB
Pasien Akbar (3 tahun) usai menjalani operasi pemasangan implan koklea di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Sudah menempuh perjalanan 30 kilometer lebih, namun sayang hasilnya nihil. Yeyen hanya mendapat kaos hitam bergambar wajah Presiden.

"Banyak masyarakat dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Tidak bisa tembus saya," sebutnya.

Yeyen tak menyerah. Ia dan temannya tancap gas lagi ke mal.

Di mal itu, ia menunggu di baris paling depan. Tak ingin lagi ia menyia-nyiakan kesempatan.

Baca Juga: Lomba Mewarnai Bendera Generasi Alfa, Upaya Jaga Nasionalisme di Era Digital

Sayangnya, ketika Jokowi datang, Yeyen terdorong dan tak sempat berjabat tangan.

Namun, tangan kanannya sempat dipegang oleh salah seorang Paspampres. Surat yang ada di tangan Yeyen pun ikut terambil.

"Tangan saya dipegang Paspampres. Saya fikir pengunjung atau orang lain yang ambil. Saya sudah pasrah kalau surat untuk Presiden tidak bisa saya kasih langsung," ucapnya.

Di dalam hati kecilnya ia berharap besar surat itu bisa sampai ke tangan Presiden. Kalaupun tidak, setidaknya tidak dibuang ke tempat sampah.

"Saya hanya ingin mereka berdua bisa mendengar dan panggil saya dengan sebutan mama. Saya sedang bekerja untuk masa depan mereka lebih baik, tapi biayanya tidak cukup," tuturnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Kalah di Pengadilan, Abdul Hayat Gani Kembali Berkantor di Pemprov Sulsel

Ternyata, usaha dan doanya dikabulkan. Seminggu kemudian ia mendapat telepon dari nomor tak dikenal.

Load More