SuaraSulsel.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan partisipasi pemilih Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur yang dijadwalkan 27 November 2024 mencapai sekitar 80 persen.
"Karena Pilkada Gubernur ini desainnya lokalisir, maka KPU menjadikan target 80 persen untuk partisipasi pemilih dan itu menjadi capaian kita nanti," kata Anggota KPU Sulsel Hasruddin Husain di Makassar, Ahad 23 Juni 2024.
Menurut dia, target tersebut bisa diwujudkan, mengingat partisipasi nantinya dapat diukur sejauh mana jumlah pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) memilih di Tempat Pemungutan Suara atau TPS.
Selain itu KPU Sulsel terus melakukan upaya sosialisasi secara sistematis dan berjenjang di semua tingkatan agar datang menyalurkan hak pilihnya di TPS masing-masing.
Pihaknya juga berupaya menggunakan pendekatan-pendekatan perilaku politik terhadap generasi z atau milenial agar tidak bersikap apatis dalam pesta demokrasi Pilkada serentak 2024.
"Sosialisasi terus kita laksanakan ke simpul-simpul kelompok minoritas, seperti disabilitas dengan memberi edukasi dan pembekalan politik supaya mereka juga ikut berpartisipasi di Pilkada," paparnya.
Mengenai dengan perbedaan partisipasi pada Pemilu 2024 dan Pilkada 2024, kata Hasruddin, tentu ada perbedaan antara memilih Calon Legislatif dan Presiden dengan kepala daerah secara lokal. Kendati demikian, untuk Pilkada ada program pendidikan pemilih berkelanjutan dan berintegrasi.
"Ada program Namanya Grbeg, ini sudah bersimpul di KPU provinsi dan kabupaten/kota tersebar di 313 kecamatan. Kita sudah undang semua ke Makassar. Harapannya, simpul-simpul internal ini mampu bekerja mentransformasi semua informasi dengan baik sampai dengan tingkat desa," katanya.
Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas) KPU Sulsel ini menjelaskan, ada gagasan baru yang berbeda dengan Pemilu 2024 yang sifatnya kanalisasi. Gagasan tersebut lebih kepada sosialisasi ke publik.
Baca Juga: 86 Tahun RSUD Labuang Baji, Prof Zudan: Layani Masyarakat dengan Semangat Terbaik
"Untuk Pilgub tahun ini ada gagasan besar dalam bentuk kegiatan pendidikan pemilih dan berkelanjutan. Salah satunya melalui Cafe Demokrasi bukan hanya di Kota Makassar tapi semua daerah 24 kabupaten/kota dan turun ke kecamatan," tuturnya.
Cafe Demokrasi tersebut, tambah dia, KPU mendatangi kerumunan orang di cafe maupun warkop untuk memberikan edukasi pendidikan politik dikemas dalam diskusi demokrasi. Sebab, sebelumnya dilaksanakan sendiri-sendiri. Ini pelibatan secara internal agar simpul tidak terputus," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045