SuaraSulsel.id - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono berencana untuk menguji coba langsung taksi terbang di Samarinda dengan terbang menggunakan transportasi cerdas tersebut.
"Dalam waktu dekat saya akan melihat drone berkapasitas besar yang bisa terbang (taksi terbang) di Samarinda, Kalimantan Timur. Saya akan mencoba terbang dengan drone tersebut," ujar Bambang di Jakarta, Selasa 28 Mei 2024.
Taksi terbang atau advanced air mobility merupakan salah satu moda transportasi publik yang menjadi bagian dari sistem transportasi cerdas dan canggih di IKN.
Selain itu, nantinya terdapat juga moda-moda transportasi cerdas lainnya seperti autonomous mobile drone dan robot untuk memperkuat sistem logistik serta autonomous on demand public transport untuk membuat perjalanan masyarakat dengan nyaman, mudah dan cepat.
Transportasi-transportasi cerdas di IKN tersebut akan dikembangkan dan dioperasikan secara bertahap seiring pembangunan IKN yang juga dilakukan bertahap sampai dengan tahun 2046.
"Kita membangun ibu kota baru Indonesia ini secara bertahap sampai dengan tahun 2045. IKN juga dapat menjadi kota pertama yang memungkinkan transportasi-transportasi cerdas serta canggih seperti taksi terbang, kendaraan otonom dan sebagainya untuk dapat beroperasi di kota tersebut," kata Bambang.
Sebagai informasi, OIKN menargetkan uji coba atau Proof-of-Concept (POC) taksi terbang (sky taxi) untuk IKN di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Adapun taksi terbang yang diuji coba tersebut merupakan taksi terbang yang dikembangkan oleh Hyundai Korea Selatan.
Uji coba taksi terbang tersebut akan melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menggunakan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto sebagai lokasi uji coba.
OIKN sendiri pada tahun lalu sudah melakukan uji coba taksi terbang di Bandara Budiarto Curug, Tangerang, di mana taksi terbang yang diuji coba tersebut berasal dari perusahaan China yang berkapasitas dua orang.
Sedangkan taksi terbang yang nanti diuji coba di Samarinda ini memiliki kapasitas besar yang dapat mengangkut lima orang.
Taksi terbang ini berpotensi untuk menjadi moda transportasi publik, karena menggunakan baterai sebagai sumber energinya dimana tenaga baterai ini memungkinkan taksi terbang untuk sekali mengudara hingga jarak 100 km.
Taksi terbang ini juga dapat menjadi moda transportasi udara dari IKN ke Balikpapan, Kalimantan Timur atau Palu, Sulawesi Tengah sehingga masyarakat tidak perlu lagi singgah ke Makassar atau Jakarta dengan penerbangan konvensional, namun bisa langsung ke tujuan dengan menggunakan taksi terbang.
OIKN sendiri sedang melakukan evaluasi, membahas dan melakukan perhitungan ekonomis agar taksi terbang di IKN dapat terjangkau bagi masyarakat luas.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Kronologi Pembunuhan Sadis Penjual Ikan di Gowa: Dibuntuti Lalu Dihabisi dengan Parang
-
Progres Jalan Batas GowaTondong Sinjai Capai 12 Persen, Pemprov Sulsel Kebut Proyek MYP
-
10 Fakta Dugaan Kecurangan Seleksi Paskibraka Sulsel Versi PPI Makassar
-
Dugaan Diskriminasi Seleksi Paskibraka Nasional, Wali Kota Makassar: Jangan Rusak Mental Anak-Anak
-
Waspada Penyakit Hewan! Begini Pemeriksaan Sapi Kurban di Pelabuhan Sulsel