SuaraSulsel.id - Sebanyak 400 penyuluh perikanan mengunjungi Rumah Penyu Mampie di Desa Galeso, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan pelepasliaran tukik atau bayi penyu.
Kepala Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Maros Provinsi Sulawesi Selatan Andi Indra Jaya Saad, di Polewali Mandar, mengatakan kunjungan 400 penyuluh perikanan tersebut untuk belajar tentang pengelolaan penyu.
"Rumah Penyu Mampie dipilih sebagai lokasi kunjungan penyuluh untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan penyu dan belajar tentang penyu, agar nantinya dapat menjadi bekal mereka di lokasi penyuluhan masing-masing," kata Andi Indra Jaya Saad, Rabu 22 Mei 2024.
Kunjungan para penyuluh perikanan berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat itu lanjutnya, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan temu koordinasi penyuluh perikanan dan penguatan semangat Korsa Satminkal Maros yang dipusatkan di Kabupaten Polewali Mandar.
Sebelum lepas liar tukik, para peserta diberikan pengetahuan tentang penyu dan tata cara pelepasliaran tukik oleh Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Sulawesi Selatan Permana Yudiarso.
"Pelepasliaran tukik sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum jam enam pagi atau sore hari sekitar jam lima sampai enam petang. Itu adalah etika pelepasliaran tukik yang baik dan disarankan," kata Permana Yudiarso.
Sementara, Ketua Sahabat Penyu Kabupaten Polewali Mandar Yusri Mampie menyampaikan bahwa total tukik yang akan dilepasliarkan sebanyak 500 ekor dan dilakukan secara bertahap.
Pada tahap pertama yang diikuti 400 penyuluh perikanan dari beberapa provinsi di Pulau Sulawesi itu lanjut Yusri Mampie, sebanyak 100 tukik dilepasliarkan.
"Berdasarkan pengalaman kami, jika melepas tukik dalam jumlah banyak dan dengan peserta yang banyak, banyak tukik yang bisa tersiksa atau terinjak karena sulit untuk mengontrolnya. Jadi, kami lepas secara bertahap," kata Yusri Mampie.
Baca Juga: Mahasiswa KKN Bikin Konten Makan Telur Penyu di Majene, Sahabat Penyu: Dilarang
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu
-
Cegah Korupsi di Kampus UNM, Farida Patittingi: SPI Jangan Ragu
-
Kapan Hujan Turun di Sulsel? BMKG: Ada Daerah Hujannya Maret 2027
-
Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
-
Rumah Panggung Mewah Pengusaha Sidrap Ludes Terbakar