SuaraSulsel.id - Pemerintah kabupaten Bone sudah menelusuri kasus rombongan Kepala Desa masuk ke tempat hiburan malam (THM). Saat mengikuti Bimtek di kota Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.
Penjabat Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kabupaten Bone, Andi Gunadil, mengatakan para Kades hanya ingin refreshing. Mereka kelelahan mengikuti Bimtek dan ingin bersantai.
"Mungkin saja dia mau sekedar ngopi-ngopi di situ karena lelah atau apa. Minum kopi atau makan pisang goreng," kata Gunadil, Rabu, 15 Mei 2024.
Lanjut Gunadil, karena ramai, pihak hotel kemudian mengucapkan selamat datang kepada rombongan Kades lewat tampilan di layar.
"Mungkin pengelola Claro melihat wih rombongan apa ini. Dan tidak ada yang membawa ke sana, mungkin ada yang bertanya, (dijawab) eh kepala desa dari Bone. Sehingga dikliklah itu di laptopnya, 'selamat datang para kepala desa di Liquid'," ucapnya.
Gunadil mengaku tak tahu pasti siapa saja Kades yang masuk ke THM. Namun ia memastikan mereka tak menggunakan anggaran dana desa.
Sebelumnya, rombongan kepala desa asal kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terciduk sedang berpesta di salah satu klub malam. Mereka juga disambut oleh penari erotis di atas panggung.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 9 Mei 2024, di Liquid Cafe, Hotel Claro Makassar. Para kepala desa itu diketahui sedang mengikuti bimbingan teknis di lokasi yang sama.
Aksi tak terpuji itu diketahui saat ucapan selamat datang terpampang di layar depan bertuliskan, "Welcome rombongan Kepala Desa Bone, from Revan dan Adrian." Foto itu kemudian viral di media sosial.
Baca Juga: Aib Rombongan Kepala Desa Kabupaten Bone Dugem di THM Dibocorkan 2 Orang Ini
Karena kasus tersebut, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia mengendus adanya penyalahgunaan dana desa yang dilakukan oleh kepala desa di Bone.
Kementerian sudah mengutus tim khusus yang akan mencari tahu sumber dana kepala desa mengikuti Bimtek tersebut.
Bimtek diikuti oleh ratusan kepala desa dan diselenggarakan pada Rabu-Jumat, 08-10 Mei 2024 dengan biaya kontribusi sebesar Rp5 juta untuk tiap orang.
Namun, di tengah pelaksanaan agenda, sejumlah kepala desa diketahui berpesta di salah satu tempat hiburan malam di Hotel Claro. Fotonya pun viral di media sosial.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar
-
Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?