SuaraSulsel.id - Ribuan ekor ayam mati akibat banjir bandang yang melanda kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan sejak Jumat 3 Mei 2024. Bahkan sebagian besar hanyut terbawa arus.
Banjir terjadi pada pukul 04.00 dini hari, setelah sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah tersebut beberapa jam.
Lya, warga Kecamatan Belopa mengatakan derasnya hujan membuat air tergenang hingga ke pemukiman dan kandang ayamnya. Ketinggian air yang mencapai satu meter lebih menyebabkan ribuan ayamnya tidak bisa terselamatkan.
"Ada 28 ribu lebih ayam yang mati," ujarnya.
Tidak hanya mati terendam di dalam kandang ternak. Sebagian ayamnya juga terbawa arus karena kandang jebol.
"Mati terendam di dalam kandang ternak. Sebagian terbawa arus," ucapnya.
Atas kejadian tersebut, Lya mengatakan mengalami kerugian hingga ratusan juta. Karena ayam yang mati itu sebentar lagi akan dipanen.
Momen musibah yang dialami oleh Lya, yang kehilangan ratusan ayam ternak siap panen karena banjir bandang ini, terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial.
Kejadian itu sontak menarik simpati netizen. Banyak dari mereka yang turut prihatin dan ikut berduka.
Pemerintah sendiri sudah menetapkan tanggap darurat bencana di Kabupaten Luwu selama 30 hari. Terhitung mulai tanggal 3 Mei hingga 1 Juni 2024.
Banjir terjadi di Kecamatan Suli, Kecamatan Suli Barat, Kecamatan Ponrang Selatan, Kecamatan Larompong, Kecamatan Bajo, Kecamatan Bajo Barat, dan Kecamatan Ponrang.
Kemudian, di Kecamatan Ponrang Selatan, Kecamatan Kamanre, Kecamatan Belopa, Kecamatan Belopa Utara, Kecamatan Larompong Selatan, Kecamatan Bupon.
Sementara, longsor terjadi di Kecamatan Latimojong, Kecamatan Suli Barat, Kecamatan Bupon.
Pemerintah mencatat ada 14 orang yang dikabarkan meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Sementara, ada 109 rumah yang hanyut.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
-
Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik
-
Diserang Pansus Hak Angket, Bupati Gowa Husniah Talenrang: Jangan Sentuh Ranah Pribadi Saya