SuaraSulsel.id - Desa Sani-sani, kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini tengah fokus mengembangkan potensi wilayahnya menjadi wahana olahraga paralayang.
Kepala Desa Sani-sani A. Mujur, mengatakan bahwa saat ini TNI AU beserta masyarakat setempat tengah menyiapkan sarana dan prasarana paralayang agar desa wisata yang terkenal akan pemandangan alamnya ini dapat segera beroperasi.
"Kami telah menyiapkan landasan peluncuran dan tempat pendaratan beserta sarana transportasi menuju ke lokasi, dan saat ini tim survei dari TNI AU telah meninjau dan uji coba," kata Mujur, Senin 11 Maret 2024.
Tim survei TNI AU Haluoleo didatangkan oleh pihak desa untuk menguji kelayakan area paralayang yang berada di Puncak Indah Kapu pada Sabtu.
Baca Juga: 5 Pekerja Migran Indonesia Dipulangkan ke Sulawesi Tenggara
"Setalah mereka meninjau dan uji coba terbang, menurut mereka lokasi yang kami sediakan dikategorikan sangat layak," katanya.
Desa Sani-sani merupakan salah satu desa wisata di Sultra yang masuk 75 besar desa wisata terbaik nasional melalui ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Dengan pengembangan wahana di Desa Wisata Sani-sani diharapkan dapat menggerakan ekonomi masyarakat sekitar.
Sementara itu, ketua tim survei dari TNI AU, Kapten Jumlan mengatakan bahwa lokasi yang dipilih sangat layak dan berpotensi untuk dijadikan tempat paralayang.
"Keunggulan lokasi ini berada lebih dari 400 meter di atas permukaan laut, dengan kecepatan angin 0-11 Km/jam, itu sudah menjadi standar menerbangkan parasut," kata Jumlan.
Untuk jarak terbang dari puncak tempat landasan luncur sekitar 2.000 meter ke tempat pendaratan dengan rata-rata terbang di udara sekitar tujuh menit.
Baca Juga: Pj Gubernur Sulawesi Tenggara: Netralitas ASN Berlaku Hingga Luar Jam Kerja
"Sebenarnya untuk rata-rata terbang di udara bisa mencapai sekitar 12 hingga 20 menit akan tetapi pada waktu ujicoba penerbangan kecepatan ada diposisi nol," katanya.
Berita Terkait
-
Darurat! Pertambangan Nikel Sulawesi Tenggara Disebut Merusak Ekosistem hingga Memperburuk Kemiskinan
-
Kolaka Timur Diguncang Gempa Susulan ke-125, Kapan Berakhir?
-
Kolaborasi Hebat, Brantas Abipraya dan Desa Cikole Wujudkan Mimpi Desa Wisata Bersih
-
Liburan Akhir Tahun Murah Meriah: Kunjungi 7 Desa Wisata di Indonesia Ini, Ada Promonya Loh
-
Desa Wisata Pujon Kidul, Ragam Aktivitas Seru untuk Liburan Tahun Baru
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Menang Penghargaan Internasional The Asset Triple A Awards untuk Keuangan Berkelanjutan
-
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Lokal, Danau Talaga & Tateli Jadi Favorit Warga
-
Polisi Selidiki Kejanggalan-kejanggalan Kematian Perempuan Asal Toraja di Makassar
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka
-
Bawaslu Coret Calon Wakil Wali Kota Palopo di Pilkada! Kasus Napi Tersembunyi Terbongkar?