SuaraSulsel.id - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Gorontalo Indra Mokoagow berkomitmen untuk terus mencegah terjadinya pelanggaran, gratifikasi dan jual beli kamar di Lapas Klas IIA, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
"Yang paling utama harus kita bersihkan adalah korupsi," ucap Indra di Gorontalo, Rabu 31 Januari 2024.
Ia menegaskan, berbagai mitigasi risiko telah dilakukan, seperti yang disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI Razilu ada beberapa titik rawan terjadi pelanggaran di dalam Lapas.
"Yaitu pengurusan pembebasan bersyarat, penempatan kamar dan lainnya," ungkap Indra.
Sejauh ini kata dia, di Lapas Klas IIA Gorontalo pihaknya telah melakukan upaya agar pelanggaran-pelanggaran tersebut hilang.
"Auditor akan melakukan pendampingan di Lapas Gorontalo untuk membangun zona integritas dan memberantas korupsi dengan aturan yang telah dibuat," ujar Kepala Lapas.
Indra mengungkapkan, saat ini Lapas Gorontalo mengalami kelebihan kapasitas, dengan kapasitas 350 orang, kini dihuni oleh kurang lebih 643 warga binaan.
"Ini bangunan lama, dibangun tahun 1983 dan difungsikan pada tahun 1984, jadi ini sangat kurang dan harus dioptimalkan dengan membangun Lapas baru," kata dia. (Antara)
Baca Juga: Ada Gudang Senjata di Lapas Takalar, Tim Kementerian Hukum dan HAM Lakukan Sidak
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Beban Infrastruktur Membengkak, Pemprov Sulsel Usul 360 Km Jalan Provinsi Jadi Jalan Nasional
-
Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Bank, Netizen Serbu Akun Direktur Utama BSI
-
Mengaku Ketua Panitia, Mahasiswa Unhas Lakukan Pelecehan Seksual Terancam Dipecat
-
Terancam PHK, Pekerja SPPG Kepung DPRD Sulsel: Jangan Hentikan Program MBG
-
Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Mulai Bidik Pengisian Kuota PT Makassar Toraja