SuaraSulsel.id - Sejumlah survei pada Desember 2023 menunjukkan elektabilitas pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dari dua pasangan lainnya.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas misalnya. Elektabilitas Prabowo-Gibran ada di posisi 39,3 persen. Sementara, Anies-Muhaimin 16,7 persen dan Ganjar-Mahfud 15,3 persen.
Begitupun dengan Lembaga survei Indikator Politik Indonesia. Survei itu mencatat, paslon nomor urut 1 Anies-Muhaimin mendapatkan elektabilitas 22,8 persen, paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran 45,8 persen dan paslon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud 25,6 persen.
Elektabilitas Prabowo-Gibran tertinggi ada di Provinsi Bali-Nusa Tenggara, Banten, dan Sulawesi.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin Makassar Prof Sukri Tamma menilai elektabilitas Prabowo-Gibran melesat tidak bisa dipisahkan dari Jokowi Effect.
Menurutnya, sebelum Gibran Rakabuming diusung jadi Calon Wakil, survei Prabowo Subianto masih cukup stagnan. Namun, hasil survei terus merangkak naik setelah berpasangan dengan wali kota Solo itu.
"Salah satu faktor utama karena Jokowi effect sangat besar untuk pasangan ini," kata Sukri saat dikonfirmasi, Selasa, 12 Desember 2023.
Menurutnya, paslon yang tren dengan sebutan "Pasangan Gemoy" ini mendapat dukungan dari pendukung Jokowi di Pilpres 2019. Kemudian tambahan dari sisa pemilih Prabowo pada Pemilu sebelumnya.
"Untuk Prabowo ada tren, sepanjang menuju pencapresan kan kelihatan hanya begitu (surveinya). Tetapi begitu dipasangkan dengan Gibran, trennya naik sampai 8 persen," kata Sukri.
"Itu artinya ada kecenderungannya karena faktor Gibran ini anak Presiden. Karena tanpa mengecilkan peran Gibran sebagai seseorang yang baru di dunia politik, yang baru dua tahun, sulit untuk mendapatkan elektabilitas setinggi itu," lanjutnya.
Ia melanjutkan dari segi pemberitaan juga pasangan calon nomor urut 2 yang paling masif. Sehingga, memori yang tersimpan di ingatan masyarakat Prabowo-Gibran lebih mudah dikenal dibanding dua paslon lain.
Namun, kata Sukri, Prabowo-Gibran tidak boleh terlena pada hasil survei. Sebab, pemilih bimbang masih sangat tinggi.
"Masih banyak kemungkinan yang akan terjadi dan survei masih bisa berubah karena angka pemilih bimbang masih sangat tinggi," tuturnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi
-
Pria Tega Perintahkan Istri Buang Bayi Masih Diburu Polisi
-
BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Beragam Promo KPR, KKB, hingga Travel Fair
-
Siap Kerja! Kolaborasi Hino dan SMKN 5 Makassar Perkuat Kompetensi Siswa
-
Warga Makassar, Saatnya Wujudkan Impian Punya Rumah dan Kendaraan Lewat BRI Consumer Expo 2026