SuaraSulsel.id -
Pihak Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan meminta semua pihak mewaspadai peredaran uang palsu di tahun politik khususnya pada masa kampanye Pemilu 2024.
"Menjelang Pemilu serentak 2024, utamanya pada saat masa kampanye berlangsung, sangat penting mewaspadai peredaran uang palsu," kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan Rudy Bambang Wijanarko di Makassar, Sabtu 2 Desember 2023.
Ia menyarankan masyarakat untuk menggunakan uang digital agar terhindar dari penyalahgunaan uang palsu.
Rudy juga menyampaikan bahwa pihaknya akan semakin getol melakukan sosialisasi program "Bangga, Cinta dan Paham Rupiah" agar masyarakat bisa mengetahui bentuk-bentuk uang palsu dan cara menghindarinya.
Baca Juga: Jelang Nataru, Pj Gubernur Sulsel dan Wali Kota Makassar Sidak Harga Pangan di Pasar
"Jadi, pada sosialisasi itu kami ajarkan warga di Sulsel cara membedakan uang palsu dan uang asli," jelasnya.
Sepanjang 2023, pihak BI Sulsel menemukan edaran uang palsu sebanyak 2000 lembar yang didominasi pecahan besar Rp50.000 dan Rp100.000. Walaupun memang trennya menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap harus waspada.
"Kami tetap tingkatkan awareness (kesadaran) dari masyarakat untuk perlindungan konsumen. Warga juga harus selalu mengecek uangnya setiap melakukan transaksi," ujarnya.
Pengedar Uang Palsu Ditangkap
Kapolres Lamandau, Kalimantan Tengah AKBP Bronto Budiyono mengingatkan agar masyarakat mewaspadai peredaran uang palsu menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
Baca Juga: Pernak-pernik Natal Mulai Diserbu Warga di Kota Ambon
"Saya mengimbau kepada masyarakat di Kabupaten Lamandau, agar hati-hati adanya peredaran uang palsu jelang hari keagamaan yang tinggal beberapa minggu lagi," kata Bronto.
Menurut Kapolres, hingga kini belum ada bukti adanya penyebaran uang palsu masuk ke wilayah Lamandau, namun tidak ada salahnya Kepolisian mengingatkan, agar tindak kejahatan tersebut tidak terjadi.
Ia mengingatkan, agar para pedagang di pasar tradisional di wilayah itu, juga meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi dengan pengunjung pasar.
Saat bertransaksi dalam jumlah banyak, alangkah baiknya uang yang diterima harus diperiksa dengan baik sehingga penyebaran uang palsu tersebut dapat dideteksi.
"Dilihat, diraba dan diterawang uang nya, untuk mengetahui uang palsu apa tidak. Kemudian juga ada beberapa cara lain sehingga uang asli atau palsu"
Berita Terkait
-
BI Pasang "Kuda-kuda" Usai Trump Ajak Perang Dagang dengan Indonesia
-
10 Hal yang Harus Dipatuhi Saat Nyepi di Bali, Melanggar Bisa Terkena Sanksi
-
Jelang Lebaran, Aliran Modal Asing Masuk Rp 1,93 Triliun
-
Isi Jabatan di Bank BUMN, 3 Pejabat Bank Indonesia Ajukan Resign
-
Rupiah Anjlok IHSG Rontok, BI Pede Ekonomi RI Masih Jauh dari Krisis
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Semangat Baru Muhammadiyah Sulsel: Bangun Gedung 13 Lantai
-
3 Wisatawan Asal Wajo Meninggal Dunia di Pantai Harapan Ammani Pinrang
-
Rahasia Desa Wunut Klaten Berdaya dengan BRI dan Sejahterakan Warganya
-
Mudik Nyaman Tanpa Khawatir! Ini Upaya Polres Majene Jaga Rumah Warga Selama Libur Lebaran
-
Drama PSU Palopo: Bawaslu Desak KPU Diskualifikasi Calon Wakil Wali Kota?