"Termasuk beras eceran seperti beras ketan ini naik, nanti kita urai dari hulu sampai hilir kendalanya dimana. Ada tim pengendali inflasi yang akan menggelar rapat koordinasi, dari Bank Indonesia, Bulog, KPPU, OJK, Kejati dan semuanya," tuturnya.
Sementara, Pemilik warung coto Paraikatte Daeng Gau mengaku terpaksa mengurangi penggunaan jeruk nipis saat ini. Jeruk juga sengaja dipotong kecil agar konsumen bisa mengontrol saat makan.
"Karena tidak mungkin kita naikkan harga atau ganti dengan cuka. Rasanya beda. Jadi kita potong jadi bagian kecil," keluhnya.
Ia menambahkan setiap hari butuh 10 kilo jeruk nipis untuk warung coto miliknya. Namun selama harga naik, pembelian dikurangi jadi 4-5 kilo saja.
Baca Juga: 4 Jenis Jeruk di Indonesia yang Wajib Kamu Ketahui
"Jujur kita kita yang tiap hari harus beli jeruk juga kaget harganya naik drastis, bahkan sampai ada Rp20 ribu sekilo di pasar," sebutnya.
KPPU dan Kejati Peringatkan Distributor
Kenaikan harga pada komoditas tertentu seperti beras, jeruk nipis, telur dan minyak turut dipantau oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Kejaksaan Tinggi Sulsel. Penegak hukum meminta jangan ada yang menimbun pasokan untuk mendapatkan keuntungan.
Kepala Kanwil KPPU Wilayah VI, Hilman Pujana mengatakan kenaikan harga beras dan beberapa komoditi saat ini memang karena faktor cuaca. Namun, potensi penimbunan pasokan bisa saja dilakukan oleh oknum nakal.
Oleh karena itu, ia mewanti-wanti distributor agar bisa menyalurkan barangnya. Jangan ada yang mengambil kesempatan untuk membuat barang jadi langka di pasaran.
Baca Juga: 7 Buah dan Sayur Paling Mudah di Tanam di Rumah, Ada Kangkung Hingga Jeruk Nipis
"Dari sisi suplai memang ada kendala. Makanya kita tegaskan ke pelaku usaha dari sektor distribusi, agar tidak menahan pasokan. Kami terus memantau, jadi jangan sampai ada yang sengaja mengambil kesempatan. Kita siap turun sama teman-teman aparat penegak hukum," tegasnya.
Berita Terkait
-
Niat Langsing Malah Gigi Rontok, Ini Efek Samping Keseringan Minum Jeruk Nipis yang Harus Kamu Tahu!
-
Tips dan Metode buat Nasi Tumpeng Kuning Menyala, Jeruk Nipis adalah Kunci
-
Budidaya Udang Modern, Pemprov Sulsel Kolaborasi dengan PT Bomar
-
Viral! Pengobatan Alternatif Berujung Petaka: Pasien Disuruh Minum Sabut Kelapa
-
Tangani Kelangkaan BBM di Sulsel, Pj Gubernur Bahtiar Instruksikan TPID Koordinasi ke Pertamina
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Dosen Unismuh Makassar Dikirim Kemenkes Bantu Korban Gempa Myanmar
-
BRI Menang Penghargaan Internasional The Asset Triple A Awards untuk Keuangan Berkelanjutan
-
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Lokal, Danau Talaga & Tateli Jadi Favorit Warga
-
Polisi Selidiki Kejanggalan-kejanggalan Kematian Perempuan Asal Toraja di Makassar
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka