SuaraSulsel.id - PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) mengirim rangkaian kedua atau rangkaian terakhir proyek kereta rel diesel elektrik (KRDE) Makassar-Parepare yang merupakan pesanan PT KAI (Persero).
"Ini merupakan pengiriman yang kedua dari dua rangkaian yang dipesan atau kontrak dengan PT KAI," kata Senior Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan Stakeholder Relationship PT INKA (Persero) Bambang Ramadhiarto di sela proses pengiriman, di Madiun, Jawa Timur, Minggu malam 9 Juli 2023.
Menurut dia, setiap rangkaian atau "trainset" terdiri dari tiga kereta, sehingga total pesanan ada enam kereta.
Pengiriman rangkaian yang pertama telah dilakukan oleh INKA pada Januari 2023.
Adapun KRDE kali ini memiliki mesin penggerak menggunakan diesel elektrik yang dioperasikan oleh masinis.
Susunan dari setiap rangkaiannya terdiri dari TeC1 ("Trailer engine Car"), M (Motor), dan TeC2 ("Trailer engine Car").
Sesuai data, PT KAI (Persero) telah beberapa kali melakukan pesanan KRDE ke PT INKA.
Di antaranya adalah KRDE yang saat ini telah dioperasikan untuk Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan KRDE yang telah dioperasikan untuk Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) Solo.
Bambang menambahkan pengiriman dari Madiun dilakukan melalui jalur darat menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.
Baca Juga: Heboh! Emak-emak Glamor Asal Makassar Pulang Haji Malah Pamer Emas
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta
-
Ketua KONI Tersangka Korupsi Dana Hibah PON Aceh-Sumatera Utara Langsung Ditahan