SuaraSulsel.id - Sekitar 200 warga menggelar demonstrasi penolakan atas penutupan tambang pasir Nambo di Kantor DPRD Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu 1 Februari 2023.
Mereka diterima oleh Ketua Komisi III Rajab Jinik bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari Sahabuddin.
Perwakilan masyarakat Kelurahan Nambo bernama Irwan Juraid mengatakan bahwa tingkat kehidupan masyarakat setempat sangat menurun.
"Sebelum ditutupnya tambang pasir itu, kehidupan kami masih layak. Namun, 2—3 bulan terakhir ini setelah ditutup, kehidupan kami sangat memprihatinkan," ujarnya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Kendari.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari Rajab Jinik mengatakan bahwa pihaknya tetap konsisten dengan kesimpulan dari RDP bersama masyarakat tentang persoalan pasir Nambo.
"DPRD Kota Kendari memang sudah mengeluarkan surat rekomendasi untuk penutupan pasir di Nambo," kata Rajab Jinik.
Selain itu, dia juga menyebut telah mengeluarkan diskresi bahwa siapa pun masyarakat yang memiliki lahan di Nambo dapat mengolah pasir itu secara manual.
"Mereka berhak untuk mengelola secara manual. Untuk bagian dari pemberdayaan UMKM kita," lanjutnya.
Rajab membeberkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari juga telah melibatkan seluruh forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) untuk menyelesaikan dan menemukan titik temu terkait dengan persoalan pasir Nambo.
"Yang dipercayakan ketuanya itu Kapolresta Kendari. Kami juga mendukung hal itu. Kebetulan Ketua DPRD juga ikut tergabung di dalam dalamnya sebagai forkopimda," jelasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu
-
Cegah Korupsi di Kampus UNM, Farida Patittingi: SPI Jangan Ragu
-
Kapan Hujan Turun di Sulsel? BMKG: Ada Daerah Hujannya Maret 2027
-
Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
-
Rumah Panggung Mewah Pengusaha Sidrap Ludes Terbakar