SuaraSulsel.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan akan mengeluarkan larangan untuk Tarikat Taj Al-Khalwatiy Syekh Yusuf beroperasi. Larangan ini merupakan tindaklanjut dari temuan Kejaksaan Tinggi Sulselbar.
Aliran yang ada di Gowa, Sulawesi Selatan itu dianggap menyesatkan dan tidak sesuai dengan ajaran islam. MUI pun mengatakan segera mengeluarkan surat larangan tersebut.
"Iya, kita tindaklanjuti. Minggu ini (surat larangannya) akan disampaikan," ujar Sekretaris MUI Sulsel, Muammar Bakri saat dikonfirmasi, Jumat, 11 November 2022.
Muammar mengatakan aliran ini sudah cukup lama beroperasi. Sempat hilang, tetapi muncul kembali.
Bahkan, kata Muammar, organisasi ini pernah dibubarkan pada tahun 2019 lalu. Karena terdapat sejumlah penyimpangan dengan anjuran agama islam.
"Kalau sudah melanggar prinsip agama itu sudah pasti menyimpang. Misalnya, dari rukun pertama sampai keenam. Salah satunya saja melenceng, itu sudah pasti menyimpang. Misal, nabi diposisikan tidak pada tempatnya, haji tidak mesti ke tanah suci tapi urusan personal. Itu menyimpang," jelasnya.
"Pekan ini kita akan diskusikan bentuk larangannya, apakah dalam bentuk edaran, larangan atau fatwa. Nanti didiskusikan bersama komisi fatwa MUI," tegasnya.
Kata Muammar, organisasi ini juga sudah diawasi oleh MUI Gowa sejak tahun 2016. Ada beberapa alasan kenapa dilarang beroperasi.
Salah satunya karena mereka percaya ada Kitabullah, selain Alqur'an. Kitabullah yang dimaksud adalah kitab yang diajarkan nabi Muhammad SAW kepada Syekh Yusuf di surga yang ditemukan di dalam peti jenazah.
Kemudian mengangkat dirinya sebagai maha guru atau mursyid dan rasul, yang selanjutnya menjadi Tuhan bagi seluruh manusia sejak jam 9, tanggal 9, bulan 9, tahun 1999.
Mahaguru itu lalu dituhankan sama seperti Jibril dan Muhammad SAW.
Sebelumnya diketahui, Tim Pakem Kejati Sulsel merekomendasikan ke MUI Sulsel agar melarang aliran kepercayaan tarikat Taj Al-Khalwatiy Syekh Yusuf karena dianggap menyimpang.
Kasi Penkum Kejati Sulsel Soetarmi mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan, Kamis, 10 November 2022, kemarin. Hasilnya diputuskan bahwa aliran tersebut tidak sesuai dengan aturan agama islam.
"Tarikat tersebut masih ada dan menyebarkan aliran-aliran yang dianutnya. Seperti melakukan perekrutan," ungkap Soetarmi.
Iya mengaku Taj Al-Khalwatiy Syekh Yusuf melakukan perekrutan anggota setiap dua kali dan sepekan. Pengurusnya membaiat anggota setiap hari Jumat dan Minggu.
Berita Terkait
-
GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli
-
MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat
-
Tekan Angka Kemiskinan! Gubernur Sulsel akan Bangun 6 Sekolah Rakyat Baru
-
Viral Bu Riska, Guru di Sulawesi Selatan Inisiatif Masak Sendiri 'MBG' untuk Muridnya
-
Polisi Tahan Eks Bupati Gowa Sitti Husniah Terkait Kasus Pemerasan Izin dan TPPU
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar