- Pemerintah Kabupaten Kolaka merampungkan sepuluh unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan memutus rantai tengkulak.
- Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kolaka menargetkan penyelesaian total 135 unit gerai multifungsi di berbagai wilayah pedesaan serta pesisir.
- Realisasi pembangunan program ini terkendala tantangan keterbatasan lahan strategis di tingkat desa dan kelurahan yang belum memenuhi standar.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), merampungkan pembangunan 10 unit gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus memutus rantai tengkulak yang merugikan petani dan nelayan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kolaka Agus Salim Pamus di Kolaka, mengatakan kehadiran program KDKMP tersebut dipercaya mampu mendekatkan akses ekonomi bagi masyarakat dari wilayah pedesaan hingga pesisir.
"Koperasi Merah Putih ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi kerakyatan. Kami ingin akses ekonomi masyarakat menjadi lebih dekat dan terjangkau," kata Agus, Sabtu (27/6).
Ia menjelaskan secara keseluruhan realisasi pembangunan program KDKMP di daerah itu telah mencapai 48 unit dari target awal sebanyak 135 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 unit telah rampung 100 persen, sedangkan 38 unit lainnya memiliki progres fisik rata-rata 75 persen.
"Kami pastikan 38 unit ini akan diselesaikan di bulan Agustus mendatang," ujarnya.
Sebanyak 10 KDKMP yang telah rampung tersebut tersebar di lima desa dan lima kelurahan, yakni Desa Puubunga, Desa Popalia, Desa Toari, Desa Muara Lapao-pao, dan Desa Pewuta.
Kemudian untuk kelurahan terdapat di Kelurahan Pesouha, Kelurahan Puundoho, Kelurahan Induha, Kelurahan Dawi-Dawi, dan Kelurahan Anaiwoi.
Agus memproyeksikan program KDKMP ini menjadi pusat ekonomi kerakyatan multifungsi. Fasilitas yang disediakan meliputi gerai kebutuhan pokok, gerai simpan pinjam, klinik kesehatan, apotek, penyediaan gas elpiji, hingga fasilitas gudang komoditas hasil pertanian, peternakan, dan perikanan.
Baca Juga: Kolaka Wajibkan ASN Bersepeda Tiap Hari Kamis
Untuk mengoptimalkan peran tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM dijadwalkan turun ke lapangan guna memetakan potensi komoditas di masing-masing desa dan kelurahan.
"Insya Allah, hari Senin depan, kami dan teman-teman mau turun melakukan pemetaan potensi desa/kelurahan. Misalnya di Kelurahan Puundoho, potensi pertaniannya apa, kalau sawah berapa hektare," tuturnya.
Terkait operasional, Agus menyebutkan bahwa pengurus di daerah masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat agar koperasi dapat beroperasi secara profesional, mengingat seluruh regulasi bersumber dari pusat.
Meskipun demikian, ia mengakui adanya tantangan utama dalam merealisasikan sisa target dari total rencana 135 unit KDKMP, khususnya terkait keterbatasan lahan yang strategis di tingkat desa maupun kelurahan.
"Banyak desa atau kelurahan yang memiliki aset lahan, namun ukurannya tidak mencukupi standar. Selain itu, letak aset tanah yang kurang strategis seperti di kawasan pegunungan juga tidak memungkinkan untuk didirikan pusat pelayanan modern," jelas Agus.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kepala BGN dan Gubernur Sulsel Resmikan SPPG Wilayah 3T di Takalar
-
250 Pengemudi Ojol di Makassar Dapat BBM Gratis
-
Mendagri Punya Waktu 30 Hari untuk Copot Bupati Gowa, Ini Alasannya
-
Uji Coba Sistem Rujukan Baru JKN: Pasien Langsung ke Rumah Sakit Sesuai Penyakit
-
Beli 25 Kg Tapi Cuma Dapat 23,5 Kg? Kecurangan Takaran Beras di Pasar Terbongkar