Pasalnya, hanya dengan kualitas SDM yang tangguh, cita-cita menjadi bangsa yang berdikari akan tercapai.
Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kolektif agar semua elemen bangsa terpanggil untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan iklim pendidikan yang sehat dan visioner untuk mewujudkan kemandirian bangsa di masa depan.
Hari pahlawan pada dunia pendidikan sangat berarti. Alasannya, karena tanpa pejuang, maka generasi penerus tidak bisa mengecap pendidikan.
Dari semua elemen pendidikan, setidaknya generasi muda dapat melanjutkan perjuangan itu dengan belajar yang baik dan membawa pendidikan ini menjadi sebuah perjuangan memerdekakan bangsa dalam seluruh ketertinggalan, khususnya ketertinggalan dalam dunia pendidikan.
Dengan memacu diri dan memberikan semangat kepada yang lain untuk membawa dunia pendidikan lebih baik dan lebih maju, maka makna pahlawan dalam dunia pendidikan memiliki arti tersendiri dalam kehidupan generasi penerus bangsa.
Kampung Pancasila
Salah satu upaya menyinergikan nilai-nilai juang dari para pahlawan dan pendiri bangsa dan negara, termasuk sebagai wadah edukasi bagi generasi muda adalah pembentukan Kampung Pancasila.
Pembentukan Kampung Pancasila yang digagas Dandim 1408/Mks Kolonel Inf Nurman Syahreda bersama Pemerintah Kota Makassar ini, dilakukan sepekan sebelum peringatan Hari Pahlawan.
Tujuannya sederhana, melalui Kampung Pancasila ini kembali akan disosialisasikan nilai-nilai Pancasila dan semangat perjuangan para pendiri bangsa kepada masyarakat.
Baca Juga: Indonesia Dorong Pembentukan ASEAN Maritime Outlook
Dengan adanya Kampung Pancasila ini, generasi milenial atau Gen-Z akan diperkenalkan nilai-nilai Pancasila dan kejuangan para pahlawan seperti tolong-menolong, persatuan, toleransi dan gotong-royong.
Misi tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat yang tersebar di 15 kelurahan di Kota Makassar. Karena itu, bersama personel TNI, Kepolisian dan Forkopimda Makassar.
Tak heran jika masyarakat memberikan dukungan dan respons positif dari dengan membantu pemasangan bener, spanduk, pembuatan posko dan gotong royong dalam kegiatan di setiap lorong dan jalan di Kota Makassar.
Salah seorang warga di Kecamatan Ujung Pandang, Abdul Haris mengatakan dengan adanya tag line sebagai Kampung Pancasila, tentu generasi mudanya kembali belajar tentang nilai-nilai Pancasila dan semangat kepahlawanan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Setidaknya dengan ada simbolisasi Kampung Pancasila, dapat mengeliminasi perang kelompok, aksi geng motor ataupun begal yang dilakukan anak-anak muda.
Hal itu diaminkan salah seorang pelajar, Hasniah yang berdomisili di Kecamatan Ujung Pandang, Makassar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu
-
Cegah Korupsi di Kampus UNM, Farida Patittingi: SPI Jangan Ragu
-
Kapan Hujan Turun di Sulsel? BMKG: Ada Daerah Hujannya Maret 2027
-
Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
-
Rumah Panggung Mewah Pengusaha Sidrap Ludes Terbakar