Muhammad Yunus
Senin, 10 Oktober 2022 | 15:45 WIB
Krida kebahasaan yang bertajuk Te Koro dan Ti Mimi dari Gorontalo atau Komigo [gopos.id]

Provinsi Gorontalo memiliki empat bahasa daerah yang tersebar pada tiap wilayah penuturnya, antara lain bahasa Gorontalo, bahasa Suwawa, bahasa Minahasa dialek Jawa Tondano, dan bahasa Bajou.

Namun, apa yang akan terjadi apabila keempat bahasa daerah ini hilang? UNESCO mengingatkan bahwa ketika suatu bahasa punah, dunia kehilangan warisan yang sangat berharga—sejumlah besar legenda, puisi, dan pengetahuan yang terhimpun dari generasi ke generasi akan ikut punah.

Perlahan, tetapi pasti, masalah kepunahan bahasa ini turut menggerogoti daerah dengan julukan Serambi Madinah yang berada di wilayah utara pulau Sulawesi. Penelitian mengenai vitalitas bahasa daerah pada tahun 2019 oleh Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo yang dilakukan di tiga desa yaitu, Desa Bondara, Desa Bondawuna, dan Desa Bonedaa di Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo mampu menjadi gambaran daya hidup bahasa Gorontalo dewasa ini.

Apabila kita menilik kriteria vitalitas bahasa berdasarkan bahasa yang dikuasai, terungkap bahwa penutur yang menguasai bahasa Suwawa dan bahasa Gorontalo masuk dalam kategori 4, yaitu mengalami kemunduran.

Load More