SuaraSulsel.id - AA, oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, ditetapkan sebagai tersangka. Ia sebelumnya dilaporkan ke polisi karena menendang pengendara motor perempuan.
Penetapan status tersangka dilakukan setelah AA diperiksa polisi. Oknum pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga di Kabupaten Sinjai itu terbukti menendang korban hingga terjatuh di Jalan Bhayangkara, Kabupaten Sinjai.
"Sudah tersangka setelah dilakukan pemeriksaan," kata Kasatreskrim Polres Sinjai, AKP Syahruddin, Rabu, 14 September 2022.
Tersangka dikenakan pasal 360 ayat 2 KUHP terkait perlindungan anak. Kata Syahruddin, korban adalah anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SMP.
AA sebelumnya langsung diamankan polisi di rumahnya usai kasus ini viral di media sosial. Setelah ditetapkan tersangka, pelaku langsung ditahan.
Sebelumnya, video seorang oknum PNS menendang pengendara motor viral di media sosial. Kejadiannya di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan pada Selasa, 12 September 2022.
Belakangan diketahui AA adalah Andi Adi. Saat ini ia bertugas sebagai pegawai di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sinjai.
Peristiwa itu direkam oleh pengguna jalan lainnya. Dalam video terlihat seorang pengendara mobil menggunakan pakaian dinas berwarna keki turun dari mobilnya.
Pelaku lalu menghampiri seorang perempuan yang menggunakan kendaraan roda dua. Ternyata, perempuan itu sempat menyenggol bumper mobil PNS tersebut, karena menyalip saat macet.
Baca Juga: Mobil Goyang, Dua PNS Terciduk Mesum: Alasan Cari Sensasi, Setiap Adegan Direkam
PNS itu lalu menendang perempuan tersebut. Karena kaget, korban yang belum diketahui identitasnya itu sontak menarik gas motor.
Akibatnya perempuan itu terseret dan terungkur. Sementara kendaraannya menabrak pengendara lain.
Bupati Kabupaten Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa sebelumnya mengaku sudah melihat video tersebut. Ia juga sudah meminta Inspektorat untuk memeriksa pegawai yang bersangkutan.
"Insyaallah, kita tindak dengan tegas," ujar Seto, Rabu, 14 Agustus 2022.
Seto mengaku pegawai itu sudah diamankan pihak kepolisian. Ia menghargai proses hukum yang sedang berjalan.
Kata Seto, jika oknum pegawai itu dianggap bersalah secara hukum, maka akan disanksi sesuai aturan. Sanksinya bisa sedang atau berat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar
-
Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?