Pengemudi ojek online di Kota Makassar menunggu penumpang [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]
Sebagian dari mereka juga takut jika tarif naik, maka penumpang bisa memilih aplikasi lain. Apalagi, masih ada perusahaan lain yang menerapkan biaya sewa aplikasi jauh di bawah 20 persen.
"Banyak juga yang tidak ingin. Bagi mereka yang ada sekarang ini cukup. Mungkin sudah nyaman, yang penting target mereka di aplikasi bisa tercapai," lanjutnya.
"Memang ada kekhawatiran penumpang akan lari. Tapi itu sebenarnya tugas perusahaan, harus berusaha bagaimana caranya agar penumpang tidak lari. Apakah dengan promo atau kebijakan lain," ujar Ezra.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar