Dalam surat tersebut dengan nomor KA.604/4/8/BPKA-SS/2022 ditandatangani oleh Ammana Gappa sebagai Kepala BPKA Sulsel.
Secara kesimpulan, BPKA menyebutkan berdasarkan hasil survei dan analisis data hidrologi dan hidrolika, maka desain pembangunan jalur kereta api dari Mandai sampai dengan Parangloe.
Perencanaan saluran melintang berupa box culvert untuk melimpaskan debit air. Telah memperhitungkan tinggi muka air banjir maksimum dan aman terhadap banjir dengan periode 50 tahun.
"Terlampir data dukung berupa laporan survei hidrologi dan hidrolika serta executive summary DED intermoda KA ke pelabuhan Garongkong dan Makassar New Port," ujar Iqbal.
Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan Amanna Gappa enggan mengomentari soal konflik dengan Pemkot Makassar. Ia mengaku sedang fokus untuk menuntaskan sisa pengerjaan saat ini.
Kata Amanna Gappa, kereta Api di Sulawesi Selatan mesti dikebut. Proyek tersebut harus rampung sebelum tahun 2024.
"Itu sudah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional atau RPJMN. Harus selesai 2024," ungkapnya.
Pakar transportasi Universitas Hasanuddin Prof Sakti Adji Adisasmita mengaku sudah melihat konsep pembangunan kereta api untuk jalur Maros-Makassar. Rel at grade itu didesain bebas banjir.
"Jadi ada box culvert untuk saluran penyeimbang. Ini untuk mengendalikan banjir," kata Sakti.
Box culvert itu akan dibangun dengan tinggi jagaan atau freeboard saluran yang mengacu pada muka air banjir tertinggi.
Artinya, ada sirkulasi temporer pada saat musim penghujan pada area persawahan. Kemudian, lebar saluran yang mengacu pada debit area banjir temporer.
Kata Sakti, pembangunan rel baik elevated maupun at grade sama-sama punya kelebihan dan kekurangan.
Namun, ia mengatakan untuk jalur kereta api di Sulawesi Selatan saat ini cukup efektif jika dibangun dengan konsep rel at grade. Dari segi anggaran juga lebih murah.
Apalagi hanya melintasi daerah persawahan atau lahan terbuka. Namun, yang akan menjadi kendala adalah pembebasan lahannya.
"Karena hanya ke MNP dari Mandai, jadi memang cukup efektif jika di atas tanah (at grade). Tapi itu, (kendalanya) pembebasan lahan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Tinggalkan Keluarga 3 Tahun, Ini Alasan Emosional Darije Kalezic Kembali ke PSM Makassar
-
Bukan Sekadar Publikasi, Riset Rp120 Miliar Australia-Indonesia Ini Wajib Selesaikan Masalah Rakyat
-
5 Fakta Menstruasi Wajib Diketahui Remaja Putri, Jangan Lagi Percaya Mitos!
-
Tim SAR Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa