Ia menambahkan pihaknya sedang aktif mensosialisasikan keberadaan kereta api di Sulsel. Harapannya agar masyarakat beralih transportasi dari moda darat ke moda kereta api.
Dibuat Lebih Spesial
Kepala Seksi Peningkatan dan Perawatan BPKA Sulsel Arief Sudiatmoko menambahkan kereta api di Sulawesi Selatan dibangun lebih spesial dibanding Jawa dan Sumatera. Mulai dari ukuran rel hingga kecepatannya.
"Jalur kereta api di sini spesifikasi teknisnya lebih unggul dibanding di Pulau Jawa dan Sumatera. Lebar rel 1.435 milimeter, sedangkan di Jawa hanya 1.067 milimeter," ujarnya saat ditemui di kantornya, baru-baru ini.
Baca Juga: ITB Ditunjuk Pimpin Riset Pengembangan Kereta Api Ringan Hybrid dan Cerdas
Dengan lebar rel itu, kecepatan maksimal kereta api di Sulawesi Selatan bisa mencapai 200 kilometer per jam. Sementara di Jawa, kecepatan tertinggi hanya 120 kilometer per jam.
Rel di Sulawesi Selatan juga mampu menahan beban yang lebih berat.
Pada rel di Jawa, jumlah beban yang bisa ditahan ialah 18 ton, sedangkan di sini mampu menahan beban 22,5 ton. Dengan demikian, kereta api Sulawesi Selatan akan memiliki kapasitas angkut yang lebih besar.
Kereta api di Sulawesi Selatan juga dirancang tidak memiliki pelintasan sebidang, sehingga perjalanan kereta tidak akan mengganggu lalu lintas jalan raya. Maka risiko kecelakaan tabrakan kereta api dengan kendaraan, mobil atau sepeda motor bisa dikatakan tidak ada.
"Yang paling penting adalah bebas banjir," ujarnya.
Baca Juga: Hari Anak Nasional, KAI Ajak Siswa Berkenalan dengan Transportasi Kereta Api
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
-
Puncak Arus Balik Kereta Api 6 April 2025, PT KAI Imbau Ini untuk Pemudik
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2025 dengan Penumpang Kereta Api Diprediksi Terjadi Besok
-
Puncak Arus Balik Angkutan Kereta Api Diproyeksikan pada 6 April
-
Sejumlah 3.872.675 Tiket Kereta Api Terjual untuk Arus Mudik dan Balik
-
Gegara WFA, KAI Klaim Kondisi Arus Balik Penumpang Kereta Api Tak Alami Kepadatan
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Dosen Unismuh Makassar Dikirim Kemenkes Bantu Korban Gempa Myanmar
-
BRI Menang Penghargaan Internasional The Asset Triple A Awards untuk Keuangan Berkelanjutan
-
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Lokal, Danau Talaga & Tateli Jadi Favorit Warga
-
Polisi Selidiki Kejanggalan-kejanggalan Kematian Perempuan Asal Toraja di Makassar
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka