Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Senin, 25 Juli 2022 | 13:24 WIB
Nurhayati menunjukan lokasi rel kereta api di zaman Hindia Belanda yang kini menjadi jalan setapak dan halaman rumah warga [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Ia menambahkan pihaknya sedang aktif mensosialisasikan keberadaan kereta api di Sulsel. Harapannya agar masyarakat beralih transportasi dari moda darat ke moda kereta api.

Foto : Antara

Dibuat Lebih Spesial

Kepala Seksi Peningkatan dan Perawatan BPKA Sulsel Arief Sudiatmoko menambahkan kereta api di Sulawesi Selatan dibangun lebih spesial dibanding Jawa dan Sumatera. Mulai dari ukuran rel hingga kecepatannya.

"Jalur kereta api di sini spesifikasi teknisnya lebih unggul dibanding di Pulau Jawa dan Sumatera. Lebar rel 1.435 milimeter, sedangkan di Jawa hanya 1.067 milimeter," ujarnya saat ditemui di kantornya, baru-baru ini.

Baca Juga: ITB Ditunjuk Pimpin Riset Pengembangan Kereta Api Ringan Hybrid dan Cerdas

Dengan lebar rel itu, kecepatan maksimal kereta api di Sulawesi Selatan bisa mencapai 200 kilometer per jam. Sementara di Jawa, kecepatan tertinggi hanya 120 kilometer per jam.

Rel di Sulawesi Selatan juga mampu menahan beban yang lebih berat.

Pada rel di Jawa, jumlah beban yang bisa ditahan ialah 18 ton, sedangkan di sini mampu menahan beban 22,5 ton. Dengan demikian, kereta api Sulawesi Selatan akan memiliki kapasitas angkut yang lebih besar.

Kereta api di Sulawesi Selatan juga dirancang tidak memiliki pelintasan sebidang, sehingga perjalanan kereta tidak akan mengganggu lalu lintas jalan raya. Maka risiko kecelakaan tabrakan kereta api dengan kendaraan, mobil atau sepeda motor bisa dikatakan tidak ada.

"Yang paling penting adalah bebas banjir," ujarnya.

Baca Juga: Hari Anak Nasional, KAI Ajak Siswa Berkenalan dengan Transportasi Kereta Api

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More