SuaraSulsel.id - Seorang remaja berinisial JZ (17 tahun) di Sangalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menjadi korban penyiksaan. Aksi penganiayaan itu viral di media sosial.
Di dalam video terlihat korban didatangi oleh dua orang pelaku. Mulut dan tangan korban langsung diikat.
Tidak berdaya, pelaku memukuli korban berulang kali.
Korban juga sempat dicekik oleh satu orang pelaku. Satunya lagi yang merekam.
Pelaku lalu memasukkan pecahan kaca ke mulut korban. Akibatnya mulut korban luka hingga robek.
Kasatreskrim Polres Tana Toraja AKP Sayid Ahmad mengatakan, pihaknya sudah menangkap dua orang pelaku. Salah satu dari mereka masih di bawah umur.
"Sudah. Sudah kita amankan pelaku berinisial RP (15) dan ML (19). Sedang dalam pemeriksaan," ujar Sayid saat dikonfirmasi, Rabu, 13 Juli 2022.
Sayid mengatakan korban disiksa secara sadis. Ia mengalami luka di sejumlah tubuhnya akibat penganiayaan tersebut.
Penyebabnya karena kesalahpahaman. Kata Sayid, pelaku mendapat telepon dari ibunya di Morowali, Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Kerbau Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku di Toraja Terus Bertambah, Petugas Mengaku Kewalahan
"Motifnya karena kesalahpahaman. Jadi ibu pelaku menelpon kalau dia dianiaya oleh suaminya. Karena pinjamkan uang ke korban," ungkapnya.
Ibu itu mengaku dianiaya oleh ayah pelaku. Karena uang yang seharusnya dikirim untuknya dipinjamkan ke korban. Mendengar hal tersebut pelaku emosi.
Pelaku lalu mengajak satu orang rekannya untuk mendatangi korban. Terjadilah aksi pengeroyokan tersebut.
Akibat kejadian itu, kata Sayid, korban mengalami memar pada bagian punggung, kepala dan luka robek dibagian mulut. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Sementara pelaku dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 80 Ayat (1) dan (2), dengan ancaman hukuman 5 Tahun Penjara.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Alasan Cari Makan, Tiga Terduga Pelaku Penyelundupan Batu Hitam Kabur dari Kantor Polisi
-
Korban Koma 10 Hari, Misteri Tabrak Lari di Gowa Akhirnya Terkuak Berkat Jejak Ini
-
Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Dosen Tamu di AS, Bahas Dialog Antaragama
-
Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi
-
Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan