- Polres Bone Bolango menyelidiki temuan 400 karung material tambang galena ilegal pada Kamis, 22 Oktober 2026.
- Tiga orang yang sempat diamankan bersama truk pengangkut melarikan diri dan masih dalam pencarian polisi.
- Polisi telah mengamankan barang bukti berupa truk dan memasang garis polisi di lokasi penyimpanan material.
SuaraSulsel.id - Unit Tindak Pidana Tertentu Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bone Bolango, Provinsi Gorontalo menyelidiki temuan 400 karung material tambang galena atau batu hitam di wilayah tersebut.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Bone Bolango Ajun Komisaris Polisi Djohn Nusi di Gorontalo, mengatakan sebelumnya Unit Reskrim Polsek Bone memberhentikan sebuah mobil truk yang dicurigai membawa barang diduga ilegal pada Kamis (22/10), sekitar pukul 20.30 Wita.
"Setelah diperiksa, anggota menemukan sebanyak 100 karung galena dengan berat 25 kilogram setiap karung," kata Djohn, Sabtu 24 Oktober 2026.
Selain mengamankan truk beserta sejumlah surat, anggota juga mengamankan satu orang supir dan dua orang lainnya, namun memasuki dini hari, ketiganya meminta izin untuk mencari makan di sekitar polsek dan tidak kembali.
Atas hal tersebut, sampai saat ini personel Polsek masih mencari keberadaan tiga warga yang diduga melarikan diri.
Tidak hanya sampai di situ, setelah melakukan pendalaman, personel polsek juga menemukan sebanyak 300 karung material galena yang diduga ilegal, berada di salah satu rumah warga di Desa Mooduilo, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango.
Atas temuan tersebut, personel langsung memasang garis polisi sebagai penanda bahwa barang tersebut sedang dalam pengawasan dan penyelidikan aparat kepolisian.
Sementara itu satu unit truk yang telah diamankan selanjutnya dibawa ke Polres Bone Bolango dan diserahkan ke Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim pada Jumat (23/10) malam, untuk dilakukan penyelidikan lebih dalam terkait kepemilikan barang yang diduga ilegal tersebut.
Personel Satreskrim baik di polsek maupun polres juga tengah mencari keberadaan tiga orang yang diduga kabur tersebut.
Baca Juga: Penimbunan BBM di Bulukumba Diduga Libatkan Anggota Polri
Ia mengatakan bahwa kasus ini tengah ditangani oleh Unit Tipidter Satreskrim Polres Bone Bolango, dalam rangka mengungkap peredaran gelap material tambang ilegal di wilayah tersebut.
"Saat ini personel sedang bekerja melakukan penyelidikan demi mengungkap kasus tersebut. Untuk informasi perkembangan penanganan kasus ini, nanti kami akan sampaikan kembali," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Alasan Cari Makan, Tiga Terduga Pelaku Penyelundupan Batu Hitam Kabur dari Kantor Polisi
-
Korban Koma 10 Hari, Misteri Tabrak Lari di Gowa Akhirnya Terkuak Berkat Jejak Ini
-
Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Dosen Tamu di AS, Bahas Dialog Antaragama
-
Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi
-
Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan