Muhammad Yunus
Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:17 WIB
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sukirman, mendapat kesempatan menjadi dosen tamu di Hartford International University for Religion and Peace, Amerika Serikat [SuaraSulsel.id/Dokumentasi UIN Alauddin]
Baca 10 detik
  • Dosen UIN Alauddin Makassar Sukirman menjadi dosen tamu di Hartford International University Amerika Serikat pada 21 Oktober 2026.
  • Ia menyampaikan kuliah umum tentang integrasi dialog antaragama dan moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Inggris.
  • Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Visiting Scholar Kemenag RI untuk memperkuat kolaborasi akademik internasional.

SuaraSulsel.id - Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sukirman, mendapat kesempatan menjadi dosen tamu di Hartford International University for Religion and Peace, Amerika Serikat.

Dalam kesempatan tersebut, ia membahas integrasi dialog antaragama dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Sukirman yang menjabat Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Pascasarjana UIN Alauddin Makassar itu menyampaikan kuliah umum bertajuk Bridging Interfaith Dialogue into English Language Teaching atau menjembatani dialog antaragama ke dalam pembelajaran bahasa Inggris, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Visiting Scholar yang dijalaninya selama kurang lebih 21 hari di Amerika Serikat.

Di hadapan mahasiswa, dosen, dan akademisi dari berbagai negara, Sukirman mengangkat pendekatan pembelajaran bahasa Inggris yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan berbahasa, tetapi juga mendorong moderasi beragama dan pemahaman lintas iman.

Menurut Sukirman, menyampaikan materi tentang dialog antaragama di lingkungan akademik internasional menjadi tantangan tersendiri.

Ia harus menghadapi audiens yang kritis, skeptis, dan aktif menguji argumentasi selama presentasi berlangsung.

“Masuk ke ruang kuliah di Amerika Serikat dengan membawa isu interfaith dialogue itu seperti berjalan di atas tali tipis. Audiens di sini sangat skeptis, kritis, dan tidak segan membongkar argumen kita di menit-menit awal presentasi,” ungkap Sukirman.

Bahasa Inggris sebagai Media Dialog Antaragama

Baca Juga: Rahasia Jusuf Kalla Tetap Bugar di Usia 84 Tahun

Dalam pemaparannya, Sukirman menjelaskan pentingnya mengintegrasikan nilai moderasi beragama dan literasi lintas iman ke dalam materi pembelajaran bahasa Inggris, khususnya melalui bahan bacaan (reading materials).

Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas fungsi pembelajaran bahasa Inggris. Tidak sekadar menguasai tata bahasa dan keterampilan komunikasi, mahasiswa juga dapat belajar memahami perbedaan keyakinan serta membangun dialog yang konstruktif.

“Tantangan terbesarnya adalah membuktikan bahwa Bahasa Inggris bukan sekadar alat komunikasi, melainkan medium diplomasi budaya untuk meruntuhkan stereotip agama yang selama ini mereka pahami,” tambahnya.

Kuliah tamu tersebut diikuti peserta dari sejumlah negara, di antaranya Pakistan, India, Tanzania, serta negara-negara di Afrika dan Indonesia.

Diskusi berlangsung interaktif dengan pertukaran gagasan mengenai hubungan pendidikan bahasa, dialog antaragama, dan pemahaman lintas budaya.

Perkuat Kolaborasi Internasional UIN Alauddin Makassar

Load More