SuaraSulsel.id - Komandan Kompi D Brimob Wamena AKP Rustam dituntut untuk membayar uang kepala. Kepada keluarga Bripda Diego Rumaropen sebesar Rp5 miliar.
Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, denda tersebut tidak hanya dibebankan kepada AKP Rustam. Melainkan juga dua masyarakat lainnya yang dinilai pihak keluarga turut menjadi penyebab meninggalnya Bripda Diego Rumaropen. Sehingga korban meninggal diserang orang tak dikenal.
“Kepada AKP Rustam, saudara Alex Matuan, Supardi, keluarga tuntut untuk membayar uang kepala senilai Rp5 miliar. Kami mohon pihak pemerintah dan lainnya agar tidak boleh membantu mereka. Sehingga menjadi pembelajaran efek jera,” desak Pendeta Alex Mauri perwakilan keluarga Bripda Diego Rumaropen, Selasa 21 Juni 2022.
Pihak keluarga, kata Pendeta Alex Mauri, telah mendengar penjelasan Danki D Brimob Wamena dan saksi. Namun dari penjelasan dan kesaksian mereka tidak sama serta dinilai banyak kejanggalan. Bahkan pihak keluarga berasumsi Bripda Diego dikorbankan.
“Satu hal saja kemarin, mereka tidak mengungkapkan siapa yang punya ide untuk beli sapi. Lalu antara pemilik sapi dengan Danki pernyataannya beda. Dari pemilik sapi Bapak Alex Matuan bilang, saya tidak menghubungi Danki tetapi Danki bilang Alex yang hubungi Danki, dari penjelasan mereka saja sudah tidak benar, belum lagi keterangan dan kejanggalan saat olah TKP,” bebernya.
Dalam pertemuan di Mapolres Jayawijaya, pihak keluarga juga mempertanyakan standar pperasional prosedur atau SOP pengawalan di daerah rawan. Apalagi daerah Napua merupakan tempat perlintasan Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB.
“Lalu kenapa seorang Danki membawa pengawal hanya satu orang, SOP-nya di mana? Harusnya yang dianggap daerah rawan harus membawa banyak anggota. Sesuai SOP dari sisi ini saja tidak sesuai dan ada apa?,” tanya Pendeta Alex Mauri dengan nada kesal.
Menurut Pendeta Alex Mauri, penyerangan terhadap Bripda Diego Rumaropen membuat masyarakat kehilangan rasa kepercayaan kepada Polri. Namun, keluarga percaya kehadiran Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri untuk memberikan keadilan atas peristiwa tersebut.
“Kami percaya Tuhan pakai bapak (Kapolda Fakhiri) untuk menegakkan keadilan. Sehingga kami juga mendapatkan keadilan yang terjadi atas peristiwa anak kami,” ucap Pendeta Alex Mauri di hadapan Kapolda Papua, Irjen Mathius D. Fakhiri.
Sementara itu, Pembela Hak Asasi Manusia Papua, Theo Hesegem menyebutkan, banyak kejanggalan dalam laporan yang ada. Juga saat menyaksikan olah Tempat Kejadian Perkara insiden penyerangan Bripda Diego Rumaropen.
Baca Juga: Buntut Gugurnya Bripda Diego Rumaropen, Kapolda Papua Copot Komandan Kompi Brimob Wamena
Ia pun meminta agar Danki D Brimob Wamena dikenai sanksi berat baik dipecat maupun proses hukum Peradilan Umum. Karena dinilai telah mengorbankan nyawa manusia.
“Saya sudah surati kepada Kapolri dan saya juga akan menyerahkan secara langsung kepada bapak Kapolda Papua atas kejanggalan peristiwa tersebut,” ucap Theo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Remaja di Makassar Dibayar Rp100 Ribu Ikut Tawuran
-
Resmi Dicopot dari Jabatan Bupati Gowa, Husniah Talenrang Malah Bilang Begini...
-
Kualitas Udara Terus Memburuk, Sekolah di Sulsel Terancam Diliburkan
-
SK Pemberhentian Bupati Gowa di Tangan Gubernur Sulsel, Ini Tahapan Berikutnya
-
Puluhan Ribu Kasus ISPA Tercatat di Sultra, Warga Kolaka Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan