SuaraSulsel.id - Seorang jemaah haji langsung sujud syukur. Waktu tiba di Bandara Madinah, Arab Saudi. Turun dari dari tangga pesawat, jemaah perempuan ini langsung sujud depan tangga pesawat. Kemudian berdiri melanjutkan perjalanan menuju bus.
"Alhamdulillah kami tiba di Bandara Madinah jam 07.30," kata petugas haji Ramli Rasyid, Sabtu 18 Juni 2022
Dari bandara, jemaah haji langsung diarahkan menuju hotel tempat menginap. Jemaah terlihat bersemangat melaksanakan ibadah. Melaksanakan salat Jumat di Masjid Nabawi.
"Sampai hari ini keadaan jamaah sehat walafiat," katanya.
Ramli mengatakan, seorang jamaah yang berkebutuhan khusus atas nama Sudirman pun sangat antusias mengikuti semua arahan dari petugas. Sangat bersemangat untuk segera melaksanakan ibadah di Madinah.
Indonesia tetap yang teratas dengan jumlah 100.051 jemaah haji. Disusul Pakistan dan India di peringkat 2 dan 3.
Dengan jumlah sebanyak itu, tentunya jemaah haji Indonesia sangat heterogen. Karena berasal dari suku dan latar belakang budaya yang berbeda-beda, dan itu juga tercermin dari keragamaan kisah mereka selama melaksanakan ibadah haji.
PPIH Arab Saudi M. Natsir Bonto mengatakan, Banyak hal luar biasa terjadi dari jemaah. Mulai dari yang kesasar dan tidak menemukan hotel, kehilangan sendal, serta jemaah yang sakit, dan lain sebaginya.
"Alhamdulilah kita bantu sebagai lahan berbuat kebaikan di tanah suci ini. Karena memang itu adalah merupakan kewajiban kami sebagai petugas haji yang telah diamanahkan oleh pemerintah kepada kami," tulisnya dalam rilis yang diterima wartawan, Sabtu 18 Juni 2022.
Baca Juga: Kisah Jemaah Haji Kehilangan Sandal di Madinah dan Kesasar Tidak Menemukan Tempat Penginapan
Satu hal yang paling berkesan kepada kami sebagai petugas akomodasi, lanjut Nasbon, adalah apabila jemaah baru tiba di Madinah. Dengan kondisi hotel tempat menginapnya berbeda-beda. Setelah dibagi dalam beberapa kelompok, sementara rombongan tersebut tidak ingin berpisah satu sama lainnya.
"Dengan kondisi seperti ini, maka kami harus membujuk dengan segala macam cara agar mereka dapat menerimanya, dan Alhamdulillah berkat kerja keras kami semua dari teman sektor 1 yang dilandasi dengan keikhlasan dan kebersamaan akhirnya semua dapat diatasi dengan baik," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah