SuaraSulsel.id - Hari lahir Soekarno diperingati di sejumlah daerah. Berbagai peristiwa yang dialami proklamator itu tercatat menjadi sejarah.
Pada sejumlah tempat yang pernah dikunjungi oleh presiden pertama Republik Indonesia. Termasuk di Kota Ende, Nusa Tenggara Timur. Tempat Bung Karno pernah dibuang penjajah.
Pengajar Ilmu Komunikasi Politik dan Teori-Teori Kritis di Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona mengatakan, sejarah Kota Ende dan perjuangan Soekarno adalah nilai-nilai vital. Harus terus menjadi imajinasi. Sekaligus pengetahuan bagi generasi penerus bangsa ini.
Karena sejarah tentang Pancasila adalah sebuah ingatan, memoria, juga sebuah warisan yang diturunkan dan disimpan dalam kesadaran kolektif. Agar kita tahu saja bahwa ada orang sebelum kita, yang sangat berjasa, yaitu Soekarno.
Saat hidup dalam pembuangan di sebuah kota yaitu Kota Ende, kata Mikhael, peran dan jasa Soekarno sebagai perumus genial Pancasila dan kontribusi Kota Ende serta masyarakatnya di masa itu. Memungkinkan Soekarno untuk berpikir dan merenung. Sekali lagi mendapat penghormatan dan apresiasi dari negara.
Di Kota Ende inilah, Soekarno telah berjuang mengumpulkan nilai-nilai utama yang kemudian menjadi Pancasila. Di mana Pancasila adalah sebuah filosofi dan dasar bagi berdirinya bangunan negara Indonesia.
Bahkan menjadi satu kekuatan utama yang melindungi bangsa ini dari perpecahan dan keterbelahan. Itulah poin penting yang sedang ditunjukkan oleh Presiden Jokowi dalam kunjungannya di Kota Ende.
"Karena itu saya membaca bahwa kunjungan Presiden ke Ende ini sakral. Bukan hanya sebuah kunjungan biasa. Karena dilakukan di hari Lahirnya Pancasila. Presiden sebagai Kepala Negara ingin agar generasi saat ini memahami bahwa Ende dan Pancasila itu satu," kata pengajar Berita Investigatif dan Jurnalisme Konflik pada FISIP Unwira Kupang ini.
Di Kota Ende-lah kekuatan utama pelindung negara ini dilahirkan oleh Proklamator Soekarno.
Baca Juga: Tarkam dan Revolusi Olahraga Indonesia Ala Soekarno
Presiden Jokowi secara resmi mengakui bahwa tanpa permenungan Soekarno di Ende, Pancasila bisa saja tidak pernah ada. Jikalau pun ada konsepnya, nilai-nilai fundamental yang terkandung di dalamnya tidak akan sama.
Sebab, Pancasila sebagai sebuah produk pengetahuan, buah refleksi kritis Soekarno, sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai lokal, relasi-relasi sosial, inspirasi-inspirasi filosofis, sosial dan ekonomi yang Soekarno alami dalam hidupnya selama pembuangan di Ende.
Saat itu, Soekarno sendiri mengalami bagaimana multikulturalisme dan keberagaman itu nyata dan hidup di dalam masyarakat Ende.
Tetapi, semuanya hidup harmonis dan saling mengasihi sebagai sesama manusia. Itulah kekuatan utama yang ditimba Soekarno di Ende.
Karena itu, kunjungan Presiden Jokowi ini merupakan sebuah penegasan. Sekaligus pengakuan bahwa Soekarno dan Ende yaitu masyarakatnya adalah satu.
Soekarno tanpa kontribusi kultural, sosial, dan politik masyarakat Ende di masa itu tidak akan bisa berpikir dan merenung tentang Pancasila secara genial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bebas dari Paving Block! 6 Km Jalan Tamalanrea Raya Makassar Dihotmix
-
Siang Jual Bendera, Malam Jualan Sari Laut: Cerita Pedagang Musiman Menjemput Rezeki Kemerdekaan
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone
-
Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Kolaborasi Himbara, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Masyarakat
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan