SuaraSulsel.id - Warga di Pulau Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep mulai mengeluh karena kekurangan pangan. Kapal tak lagi beroperasi semenjak insiden tenggelamnya kapal motor Ladang Pertiwi.
Salah satu warga pulau, Syamsul mengaku sudah tertahan di Pelabuhan Paotere semenjak Sabtu lalu. Syahbandar mengeluarkan aturan agar kapal ikan tak boleh lagi mengangkut penumpang.
"Otoritas pelabuhan perketat aturan. Kapal tidak lagi tidak boleh angkut penumpang," ujarnya, Jumat, 3 Juni 2022.
Ia mengaku selama ini warga di sana hanya mengandalkan sembako dari Kota Makassar. Mereka membeli segala macam pangan di Kota Makassar, bukan di Pangkep.
Baca Juga: Basarnas Sulsel Temukan Dua Jenazah Korban KM Ladang Pratiwi
"Karena setiap hari kapal ada dari Pangkep ke Makassar untuk jual ikan. Jadi penumpang naik di situ ke Makassar beli bahan jualan beras dan segala macam untuk dijual," ungkapnya.
Namun semenjak kapal Ladang Pertiwi tenggelam, pengoperasian kapal tak lagi lancar. Penyaluran logistik seperti sembako pun juga tersendat.
Syamsul mengaku rata-rata kapal ikan di sana selama ini memang mengangkut penumpang. Setelah menjual hasil tangkapannya di Paotere. Selain penumpang, ada juga sembako dan bahan material.
"Tapi semenjak kapal tenggelam, kapal ikan ke Makassar juga tidak lancar karena mereka banyak yang tidak punya izin," ucapnya.
Warga Kecamatan Liukang Kalmas, Zaki juga mengatakan, saat ini kondisi warga di pulau itu sudah terancam krisis pangan. Tidak ada lagi kapal yang berlayar sebab takut.
Baca Juga: Pencarian 16 Korban Kapal Tenggelam KM Ladang Pertiwi Dilanjutkan Hari Ini
"Untuk saat ini tidak ada lagi kapal ke kota. Makanya kebutuhan pangan sudah mengkhawatirkan. Sudah tidak aman. Kita di sini mulai krisis karena persediaan semakin menipis sementara tidak ada lagi kapal yang mau keluar,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Warganet Geram Lihat Warga di Jakbar Rela Antre untuk Tandatangani Petisi Dukung UU TNI Demi Sembako
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Pembagian THR dan Sembako Gratis dari Pemerintah?
-
Perusahaan Ban Asal Korsel Ini Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Korban Banjir
-
JIEP Gelar Lapak Pasar Sembako Murah dan Mudik Gratis
-
Ringankan Beban Ekonomi Jelang Lebaran, SPSL Tebar 1.800 Paket Sembako
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
Terkini
-
Rahasia Desa Wunut Klaten Berdaya dengan BRI dan Sejahterakan Warganya
-
Mudik Nyaman Tanpa Khawatir! Ini Upaya Polres Majene Jaga Rumah Warga Selama Libur Lebaran
-
Drama PSU Palopo: Bawaslu Desak KPU Diskualifikasi Calon Wakil Wali Kota?
-
Berpartisipasi dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Minyak Telon Lokal Kini Go Global
-
Primadona Ekspor Sulsel Terancam! Tarif Trump Hantui Mete & Kepiting