SuaraSulsel.id - Tim Polsek Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, mengamankan seorang perempuan berinisial APR (22) atas dugaan sebagai bandar arisan bodong berkedok investasi daring yang menipu ratusan korbannya dengan kerugian lebih dari Rp4 miliar.
"Ada kelompok orang yang berusaha menghakimi pelaku ini sehingga kami amankan. Pelaku utamanya, seorang perempuan, umur masih muda. Kami sudah bawa ke kantor, ada juga kekasihnya," kata Kapolsek Manggala Kompol Supriadi Idrus, Selasa (24/5/2022).
Menurut dia, kasus ini sudah masuk ke ranah hukum setelah pihak korban melaporkan pelaku atas dugaan penipuan arisan bodong berkedok investasi daring ke Polda Sulsel. Yang bersangkutan diamankan di kompleks Perumnas Antang, Blok 1, Kecamatan Manggala.
Modus operandi terduga, kata Kapolsek, memberi iming-iming kelipatan keuntungan pada setiap member atau anggota yang sudah menaruh uangnya pada arisan tersebut. Kasus ini telah ditangani Polda Sulsel.
"Kalau dilihat modusnya, dari laporan polisi yang saya lihat, yaitu arisan online, kemudian berbunga-bunga, dikembalikan sampai tiga kali kena. Kemudian tidak lagi pengembalian dana korbannya. Saya sudah koordinasi dengan Polda karena yang tangani Ditreskrimum Polda," paparnya.
Meski demikian, kata Supriadi, terduga masih punya iktikad baik, bahkan menyatakan siap membayarkan uang kepada para korban. Namun, belakangan waktu yang dijanjikan tidak direalisasikan hingga akhirnya didatangi para korban.
Salah seorang korbannya, Amelia, menyebut telah merugi hingga puluhan juta rupiah. Terduga ditangkap setelah 10 korbannya mendatangi bersangkutan, bahkan sekelompok orang itu nyaris menghakimi terduga di lokasi kejadian. Tak lama berselang, petugas segera tiba di lokasi dan mengamankannya.
"Dia hanya janji-janji palsu, sudah 5 bulan kami dijanji. Akan tetapi, tidak ada pengembalian uang member. Kalau saya kerugian total Rp56 juta. Ada ratusan korbannya, kalau ditaksir lebih dari Rp4 miliar," kata dia.
Amel menambahkan bahwa arisan daring itu berkelipatan, misalnya investasi senilai Rp1 juta, selama 5 hari ke depan naik menjadi Rp1,3 juta. Bila ditambahkan lagi dananya, kelipatan keuntungan makin besar. Bahkan, dipromosikan lewat media sosial dengan relatif banyak pengikutnya sehingga orang lain akan tertarik. (Antara)
Baca Juga: 3 Ton Obat Kedaluwarsa Asal Sulawesi Utara Harus Dimusnahkan di Kota Makassar
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Sekda Sulsel Dorong OPD Perkuat Pelayanan Publik Jelang Penilaian Ombudsman 2026
-
Ratusan Petani Luwu Timur Turun Gunung Tolak Penggusuran Kawasan Industri
-
Rebutan Solar Berdarah di SPBU Makassar, Kenapa Pertamina Selalu Bilang Stok Aman?
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !