SuaraSulsel.id - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan berhasil menangkap Sony Putra Samapta, terpidana kasus korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru, Kabupaten Bone. Setelah empat tahun melarikan diri usai divonis bersalah.
"Kami mendapat informasi bahwa terpidana berada di Jakarta, lalu diutus tim dari sini menjemputnya di sana atas kerja sama MC (Monitoring Center) Jakarta melacak keberadaannya. Setelah ditangkap langsung dibawa, kita amankan," ujar Kasi Penkum Kejati Sulsel, Soetarmi kepada wartawan di Makassar, Rabu 23 Maret 2022.
Ia menjelaskan penangkapan buron koruptor tersebut setelah kasus korupsi dilaporkan Kejaksaan Negeri Bone dengan meminta bantuan MC Kejati Sulsel untuk dilacak keberadaannya karena yang bersangkutan telah dinyatakan bersalah berdasarkan putusan Mahkamah Agung tahun 2018 lalu.
Selain itu, pihak kejaksaan sudah menyampaikan surat secara patut untuk melaksanakan eksekusi, namun bersangkutan tidak datang malah melarikan diri. Sehingga Kejari Bone meminta bantuan tim Tabur Kejati Sulsel bekerja sama MC Kejagung dibentuk tim terpadu untuk mencari keberadaan terpidana.
Keberadaan Sony akhirnya terendus pada Senin, 21 Maret 2022 sedang berada di salah satu tempat di Jakarta. Tim terpadu langsung melakukan penindakan menangkap terpidana. Selanjutnya, pada Selasa, 22 Maret 2022, terpidana kemudian dibawa ke Makassar untuk diserahkan ke pihak Kejati Bone.
"Kita terbangkan ke Makassar, selanjutnya diserahkan ke Kejari Bone dan dijemput langsung Kepala Kajari didampingi Kasi Pidsus untuk dilakukan eksekusi (putusan vonis)," ucap Soetarmi menegaskan.
Terpidana divonis bersalah lima tahun oleh Mahkamah Agung (MA) setelah banding. Sony merupakan terpidana kasus korupsi Program Pembangunan dan Renovasi Bangunan serta Pengadaan Alat Kesehatan atau korupsi kredit fiktif untuk proyek Rumah Sakit Tenriawaru, Kabupaten Bone tahun anggaran 2011.
"Untuk kegiatannya itu, nilai Pagu Rp24 miliar, setelah dilakukan perhitungan ternyata nilai kerugian sebesar Rp2 miliar. Putusan MA lima tahun penjara, dan dia buron sejak 2018. Terpidana adalah pelaksana kegiatan atau pihak ketiga," ungkapnya.
Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 2866 K/PID.SUS/2017 tanggal 23 April 2018, Sony dinyatakan secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana korupsi bersama-sama.
Selain vonis penjara, terpidana dikenakan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan penjara.
Baca Juga: Video Porno Pasangan Kekasih Anggota Satpol PP Bikin Geger Warga Kabupaten Bone
Terpidana juga dijatuhi hukuman pidana tambahan membayar uang pengganti senilai Rp2,050 miliar. Apabila tidak membayar uang pengganti selama kurun waktu satu bulan setelah putusan, maka harta bendanya disita Jaksa untuk dilelang menutupi uang pengganti tersebut. Dan Apabila harta tidak mencukupi maka dipidana penjara dua tahun. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
HP di Selokan Ungkap Misteri Kerangka Manusia di Kebun Tebu Boalemo, Diduga Korban Pembunuhan
-
Harga Bensin Eceran di Gorontalo Utara Naik Ugal-ugalan Rp16.650 per Liter
-
Status Waspada, Puluhan Kali Gempa Vulkanik Guncang Gunung Lokon dalam Sehari
-
Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
-
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya