Festival Pasola tahun 2022 kembali dihelat setelah sempat terhenti karena COVID-19 [SuaraSulsel.id/KSP]
Adi Mada juga menyebut pembangunan rumah adat baru membutuhkan biaya sangat besar, terutama untuk prosesi ritual. Ia mencontohkan, keperluan untuk membeli makanan dan hewan sebagai media pemujaan.
“Kalau dihitung bisa sampai 500 juta,” ungkap Adi Mada.
Dalam kesempatan itu, Adi Mada juga meminta agar pemerintah juga memikirkan potensi ancaman abrasi terhadap desa adat Ratenggaro. Mengingat, lokasi desa berada persis di bibir pantai. “Jika tidak dibangun penahan, abrasi bisa mengancam kampung kami bapak,” sambung Adi Tama.
Selain melihat kondisi desa adat, Kepala Staf Kepresidenan bersama tim KSP juga berkesempatan berkunjung dan melihat langsung proses penenunan kain khas Sumba, di Desa Maliti kecamatan Kodi Bangedo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar