SuaraSulsel.id - Menyusul adanya guru dan siswa sebanyak delapan orang dari SMP Negeri 8 Makassar yang terpapar COVID-19, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar mengusulkan agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dihentikan sementara.
"Hal ini karena pertimbangan kasus COVID-19 terus mengalami peningkatan dan sudah ada sekolah (SMP Negeri 8 Makassar) yang PTM ditutup sementara," kata Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin, Kamis 10 Februari 2022.
Apalagi, COVID-19 varian baru yakni Omicron disinyalir sudah masuk, jadi sebaiknya pembelajaran dikembalikan ke sistem daring.
Menurut Wachyudi, dengan menimbang dan memperhatikan panduan dari WHO, termasuk publikasi ilmiah, publikasi di media massa, dan data COVID-19 di Indonesia yang cenderung terus meningkat, maka pembelajaran melalui sistem jarak jauh (PJJ) alias daring sangat lebih aman.
“Maka pilihan yang lebih aman adalah anak belajar dari rumah, apalagi ada COVID-19 dengan varian baru Omicron,” ujarnya.
Selain itu, orang tua harus memperhatikan kebutuhan anak, khususnya mendorong vaksinasi di seluruh tingkatan umur.
Wachyudi mengatakan sosialisasi tentang ciri atau gejala paparan COVID-19 bagi anak (siswa) dan guru sekolah tak kalah pentingnya. Tujuannya, agar dapat segera mengantisipasi dan tidak menyebarkan ke yang lain.
"Juga perlu mengevaluasi Prokes PTM saat ini sudah efektif diterapkan atau belum. Selanjutnya, pendidikan disiplin hidup bersih sehat, penerapan protokol kesehatan dari rumah hingga ke sekolah diperketat," ucapnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mengintip Pertemuan Tertutup Kapolrestabes dan Kajari Makassar, Soliditas atau Sekadar Formalitas?
-
Kenapa Program Pembangunan Berkelanjutan Sangat Berdampak Bagi Infrastruktur Sulsel?
-
Pengacara: Bupati Gowa Walk Out Karena Hak Tidak Dipenuhi
-
Dukungan Ganda Musda Golkar Sulsel, Nasib Appi dan IAS Ditentukan Hakim Pengadilan?
-
Kontribusi Pajak BRI Terus Menguat, Dukung Penerimaan Negara dan Pembangunan di Bawah Danantara