SuaraSulsel.id - Pria di Kota Jayapura, Papua, berinisial IT menggadaikan dua unit sepeda motor milik pacar. Uang digunakan untuk judi online.
Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, dalam laporan di Mapolsek Abepura, IT dilaporkann kasus penggelapan.
Peristiwa terjadi November 20221. Saat itu pelaku mendatangi rumah orang tua korban dengan tujuan meminjam sepeda motor Yamaha Jupiter MX. Dengan alasan untuk mengurus surat pengangkatan CPNS.
Sepekan berlalu, pelaku menyampaikan kepada korban bahwa sepeda motor rusak dan sedang dalam perbaikan di bengkel.
Namun pada Januari 2022, pelaku kembali meminjam sepeda motor Honda Beat milik korban dengan alasan yang sama untuk mengecek urusannya terkait CPNS.
Serupa dengan alasan pertama, pelaku tidak mengembalikan sepeda motor Honda Beat korban. Dengan alasan dalam perbaikan di bengkel.
Lantaran curiga, korban mengajak pelaku untuk mengecek bersama-sama sepeda motor di bengkel. Namun pelaku malah menghindar.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Gustav R. Urbinas saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak membenarkan laporan tersebut.
Saat ini pelaku telah diamankan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Baca Juga: KH Cholil Nafis Sebut Bisnis Pegadaian Sudah Dipraktikkan Nabi Muhammad SAW
“Pelaku dilaporkan oleh sang pacar bernama Ruth. Karena menggelapkan dua motor pada tanggal 29 Januari 2022. Pelaku sendiri sudah kami tangkap di seputar Jalan Jeruk Nipis Kotaraja, Distrik Abepura,” kata Lintong.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah menggadaikan kedua sepeda motor korban. Dimana uang hasil menggadaikan sepeda motor korban digunakan pelaku untuk bermain judi online dan kebutuhan sehari-hari.
“Pengakuannya sepeda motor Jupiter MX digadaikan seharga Rp2,5 juta di seputar Entrop, sedangkan Honda Beat digadaikan Rp3 juta di salah satu showroom di Jalan baru Abepura. Uang hasil gadai digunakan untuk berjudi dan kebutuhan sehari-hari,” ungkap Lintong.
Lintong menambahkan, pelaku saat ini telah mendekam di rumah tahanan Mapolsek Abepura. Atas perbuatannya, pelaku terancam kurungan 4 tahun sebagaimana tercantum dalam Pasal 372 jo Pasal 64 KUHP tentang penggelapan dan perbuatan berulang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ahli Waris Tagih Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang, Pemprov Sulsel : Sudah Bersertifikat dan Clear
-
Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta