SuaraSulsel.id - Pemerintah Kota Makassar menargetkan 132 ribu lebih siswa Sekolah Dasar (SD) ikut program Vaksin Merdeka. Demi menciptakan kekebalan kelompok dari penularan COVID-19.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin Mustakim mengatakan, vaksinasi bagi siswa SD ini untuk menguatkan imunitas ketika berada di tengah-tengah masyarakat.
"Program vaksinasi ini berjenjang dan untuk siswa SMA dan SMP selesai, kembali menyasar anak-anak kita di tingkat SD demi menguatkan imunitas anak-anak," ujarnya, Kamims 20 Januari 2022.
Ia mengatakan program Vaksin Merdeka yang menyasar anak SD itu baru bisa digelar setelah vaksinasi pada semua jenjang sekolah rampung. Apalagi saat ini pembelajaran tatap muka (PTM) sudah berjalan 100 persen.
Sebelum vaksinasi bagi para siswa, katanya, guru, atau tenaga kependidikan yang memenuhi persyaratan menjadi prioritas untuk diberikan suntikan vaksin lengkap, baik dosis pertama maupun kedua.
"Ini penting, kita selesaikan dulu para guru-guru vaksinnya yang lengkap, dosis pertama dan kedua kemudian kita sasar berjenjang ke anak-anak kita seperti SMP dan SD," katanya.
Muhyiddin berharap, kepada seluruh orang tua ataupun wali murid agar bisa mendampingi anak-anaknya serta memberikan pemahaman akan pentingnya vaksinasi tersebut dalam menjaga imun saat sedang berada di tengah-tengah masyarakat.
"Kami harap para orang tua murid yang akan divaksin agar dapat mendampingi anaknya pada saat proses vaksin, yang jelas pasti diperiksa dulu oleh tim medis apakah bisa divaksin atau tidak dan di sinilah pentingnya peranan orang tua murid mendampingi anaknya bisa menjelaskan riwayat penyakit anaknya jika pernah jatuh sakit," ucapnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Amran Sulaiman Curhat Masa Kuliah hingga Donasi Rp300 Juta untuk SAR Unhas
-
Pemprov Sulsel: Pengadaan Kendaraan Dinas Berbasis Efisiensi Aset
-
Geger WNA Asal China Punya KTP Indonesia, Modus Licik 'Ubah Usia' Terbongkar di Makassar
-
Calon Pengantin Pria Ternyata Perempuan, Ketahuan Gara-Gara Uang Panai Rp250 Juta
-
Waspada! 7 Daerah di Sulsel Tetapkan Status KLB Campak, Apa yang Harus Dilakukan?