SuaraSulsel.id - Pemerintah Kabupaten Bone mencatat 1.288 bidang tanah yang merupakan aset pemerintah daerah belum bersertifikat. Termasuk di antaranya milik pemerintah desa. Kurang lebih 500 bidang tanah.
Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi mengatakan, jumlah aset daerah yang belum bersertifikat tersebut lebih banyak dibandingkan yang sudah bersertifikat tercatat 1.206 bidang tanah.
Berkaitan dengan hal tersebut, untuk melakukan sertifikasi aset tanah itu, Pemkab Bone berkomitmen akan menganggarkan tiap tahun agar semua aset tanah dapat disertifikasi hingga 100 persen.
Khusus pada 2021 Pemkab Bone bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bone telah menerbitkan sertifikat sebanyak 95 sertifikat dengan proses yang sangat cepat, hal ini sehingga patut diapresiasi.
"Sementara yang belum bersertifikat akan dianggarkan secara bertahap," ujar Andi Fahsar, Rabu 13 Januari 2022.
Kepala BKAD Bone, H Najamuddin mengakui masih adanya aset daerah yang belum bersertifikat. Karena terkendala anggaran. Sehingga persertifikatan itu akan dilakukan secara bertahap.
Dia mengatakan pada 2022 akan dianggarkan Rp300 juta rupiah untuk pengadaan sertifikat, namun anggaran tersebut belum secara keselurahan menutupi 1.288 bidang tanah yang belum bersertifikat.
Pemerintah diminta waspada. Karena jaringan mafia tanah bisa saja berusaha mengklaim sebagai pemilik tanah. Jika sertifikatnya belum ada. (Antara)
Baca Juga: Jembatan Tosari Pasuruan Nyaris Terputus Diterjang Tanah Longsor
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Kasus Kekerasan Mahasiswi Kaltara di Makassar, Gubernur: Tangkap Pelaku, Jangan Pojokkan Korban!
-
Gunung Awu Sangihe Menggeliat, Gempa Vulkanik Dangkal Meningkat
-
Sabu Rp2,7 Miliar Lolos Tiga Bandara Besar, Keamanan Bandara Indonesia Disorot
-
Skandal Hukum Baznas Enrekang: Kejari Ngotot Banding di Tengah Isu Pemerasan Rp2 Miliar
-
20 Tahun Duduki Fasum, 16 Lapak PKL di Samping Tol Dibongkar