SuaraSulsel.id - Media sosial kembali heboh dengan aksi emak-emak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Kamis, 23 Desember 2021, Polres Luwu Timur sedang menggelar konferensi pers. Soal kasus pencurian sepeda motor dengan tindak kekerasan atau begal.
Saat konferensi pers, ibu yang tidak diketahui namanya tiba-tiba muncul.
Dalam video yang beredar di media sosial, ibu berhijab warna biru muda itu berdiri dekat meja. Tiba-tiba ia ingin menghantam para tersangka yang memakai baju orange. Sedang berdiri di belakang polisi.
Ternyata emak-emak tersebut adalah korban pencurian motor. Ia lantas menanyakan ke polisi dan tersangka soal keberadaan motornya.
"Mana motorku, Kasno? Belum ada pi motorku," tanya ibu tersebut sambil ditenangkan oleh polisi.
Ibu itu mengaku setengah mati karena motornya dicuri. Ia harus berjalan kaki ketika bepergian.
Ia bahkan meminta izin ke polisi agar bisa memukul tersangka satu kali saja.
Ia mengaku jengkel sebab pelakunya itu masih merupakan kerabatnya.
Baca Juga: Bukti Emak-Emak Ras Terkuat di Bumi: Angkut Batu Meski Sambil Ngedumel
"Kasih ka dulu satu kali (pukul) pak polisi," ketusnya sambil memegang obeng.
Dikonfirmasi, Kapolres Luwu Timur, AKBP Silvester Simamora membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan aksi ibu itu terjadi ketika pihaknya merilis soal penangkapan pelaku pencurian sepeda motor.
Ibu tersebut adalah korban dari tersangka Kasno (40) warga Dusun Pabeta, Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Ia adalah residivis pemerkosaan di Palopo tahun 2016 dan kasus pencurian baterai Tower di Kabupaten Luwu Timur dan Utara pada tahun 2019.
"Baru keluar dari Lapas pada September 2021. Sekarang ditangkap lagi," ujarnya.
Selain Kasno, Polres Lutim juga mengamankan Fandi (25) warga Jalan Sungai Walannae, Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, Kota Makassar. Sementara satu pelaku lainnya masih berstatus DPO.
Sylevester menjelaskan, tiga pelaku ini beraksi di 25 TKP. Dari pengejaran, polisi berhasil mengamankan 13 unit kendaraan sepeda motor berbagai merek yang telah dijual hingga ke Kolaka Utara. Sementara beberapa kendaraan lainnya masih dalam proses penyelidikan.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Komnas HAM Desak Polri Stop Kultur Kekerasan di Asrama
-
Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
-
Pengusaha Marsela Zelyanti Laporkan 3 Akun Medsos dan 2 Media Online ke Polda Sulsel
-
Makassar Sudah Banjir! Cek Daftar 17 Daerah Terancam Bencana Hidrometeorologi Ekstrem di Sulsel
-
Mengerikan! Bripda Dirja Pratama Tewas Dianiaya Usai Salat Subuh