SuaraSulsel.id - Polres Bitung menggelar acara pemusnahan knalpot non standar dan minuman keras (Miras) di Polres Bitung, Rabu (08/12/2021). Namun Wakil Wali Kota Bitung Hengky Honandar terlambat tiba.
Mengutip BeritaManado.com -- jaringan Suara.com, Hengky pun menyampaikan permintaan maaf ke Kapolres Bitung AKBP Alam Kusuma S Irawan bersama Forkopimda yang hadir dalam acara.
“Saya meminta maaf atas keterlambatan hadir ke Pak Kapolres dan jajaran serta tamu undangan sekalian,” kata Hengky.
Alasannya, kata dia, seperti biasa disaat akan keluar rumah sudah ada masyarakat yang menunggu untuk menyampaikan berbagai permasalah.
“Jadi harus kami layani dulu baru ke sini. Sekali lagi, kami meminta maaf,” katanya.
Hengky sendiri atas nama Pemkot Bitung menyatakan sangat mendukung segala upaya jajaran Polres Bitung dalam melakukan operasi maupun razia terkait menjaga Kamtibmas di Kota Bitung.
Termasuk kata dia, operasi knalpot non standar dan Miras yang menurutnya mengganggu dan meresahkan masyarakat. Sehingga perlu ada tindakan dari jajaran kepolisian.
“Kami minta kepada masyarakat Kota Bitung, mari dukung upaya Polres Bitung dalam menertibkan knalpot non standar dan Miras demi kenyamanan kita bersama,” katanya.
Kapolres sendiri dalam sambutannya menyampaikan ada 507 knalpot non standar dan 3.450 liter Miras jenis cap tikus yang akan dimusnahkan.
Baca Juga: Gudang Makanan Ringan dan Elektronik di Cikupa Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki
“Knalpot dan Miras ini adalah hasil sitaan selama kami menggelar operasi dan razia selang 2021 di sejumlah tempat di Kota Bitung,” kata Alam.
Adapun 507 knalpot non standar yang dimusnahkan kata Alam, terdiri dari 435 buah knalpot motor atau roda dua dan 72 unit mobil dengan nilai sekitar Rp 354.000.000.
“Sedangkan untuk 3.450 liter Miras jika diuangkan sekitar Rp 108.000.000,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak
-
Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank
-
Kabar Baik dari Mendagri: PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PNS
-
Jalan Aroepala Makassar-Gowa Rampung, Kenapa Belum Dibuka? Ini Alasannya
-
25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulawesi Selatan