SuaraSulsel.id - Dua terduga teroris berinisial MU dan MM ditangkap Densus 88 Mabes Polri di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Keduanya disebut telah bergabung menjadi anggota organisasi Jamaah Islamiyah sejak 2003.
Pelaksana tugas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ade Indrawan mengatakan, MU dan MM ditangkap Anggota Densus di Kabupaten Luwu Timur.
MU ditangkap pada Rabu 24 November 2021 sekitar pukul 09.55 Wita. Sedangkan, MM ditangkap pada Jumat 26 November 2021 pukul 07.30 Wita.
Ade mengungkapkan, MU merupakan anggota Toliyah wilayah Sulawesi yang berada dibawah tersangka HP yang sudah ditangkap. Dimana dalam struktur jaringan Jamaah Islamiyah tersebut, HP diketahui merupakan Qoid Wakalah daerah Sulawesi dan tergabung dalam Tim Askari.
"Tim Askari ini dibentuk untuk melakukan aksi amaliyah terhadap aparat negara, namun belum sempat dilaksanakan karena ada kendala logistik senjata dan karena juga jumlah jamaah yang kurang," ungkap Ade.
Sementara Toliyah, kata Ade, bertugas untuk memfasilitasi tempat pertemuan maupun tempat peristirahatan tamu dari wilayah Sulawesi Selatan. Selain itu, juga bertugas menyimpan senjata milik organisasi Jamaah Islamiyah di wilayah Sulawesi.
"Untuk perbuatan tersangka dapat kami jelaskan bahwa tersangka MU yang pertama adalah dia telah berbaiat atau mengucapkan sumpah setia kepada Amir Jamaah Islamiyah, sebagai syarat menjadi anggota Jamaah Islamiyah," jelas Ade.
Ade mengemukakan bahwa pada tahun 2003 dan tahun 2006, MU juga diketahui mengikuti kegiatan Tadabur alam di Pulau Bulu Poloe, Teluk Bone. Di sana dia juga menggunakan senjata api jenis M-16.
Kemudian pada tahun 2010, MU menerima paket senjata api berupa satu pucuk senjata SS1 dan M16 dari tersangka RZ dan tersangka PF yang sudah ditangkap di daerah Poso oleh anggota Densus 88 Mabes Polri. Lalu kemudian kedua senjata api tersebut diserahkan kepada tersangka HP.
Baca Juga: Densus 88 Kembali Tangkap Anggota JI usai Ciduk Pengurus Lembaga Pendanaan JI di Jabar
"Dimana pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2012, senja api tersebut digunakan anggota Jamaah Islamiyah untuk melakukan latihan atau Tadrib di wilayah Kolaka, Sulawesi Tenggara," ujar Ade.
Ditahun 2010, kata dia, MU juga diketahui menerima paket amunisi kaliber 5,56 mm dari tersangka TH yang juga sudah ditangkap di daerah Poso. Sehingga diserahkan kepada tersangka SYM untuk digunakan sebagai sarana atau alat latihan di daerah Kolaka.
"Kemudian tersangka MU juga berperan untuk mencari lahan yang akan digunakan sebagai lokasi Tadrib atau latihan di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara. Selanjutnya tersangka MU ini beberapa kali mengikuti pertemuan dengan anggota Jamaat Islamiyah lainnnya di daerah Jawa Tengah," kata dia.
"Dan pada tahun 2015 (MU) ikut dalam kegiatan Turba, di salah satu hotel dan penginapan di Kabupaten Luwu Timur serta di Poso Sulawesi Tengah untuk memperkenalkan ketua Bitonah yaitu tersangka dengan inisial MN alias T yang sudah dilakukan penangkapan di daerah Jawa Tengah pada bulan Agustus 2015," tambah Ade.
Untuk tersangka MM, juga merupakan anggota Toliyah wilayah Sulawesi yang juga berada di bawah tersangka HP yang diketahui dalam struktur organisasi Jamaah Islamiyah HP adalah Qoid Wakalah, Sulawesi.
Perbuatannya MM adalah telah berbaiat atau mengucapkan janji setia kepada Amir (Pimpinan Tertinggi) Jamaah Islamiyah. Sebagai syarat untuk menjadi anggota Jamaah Islamiyah. Sehingga, sekitar tahun 2003, MM melakukan uji coba senjata M16 bersama dengan tersangka BH alias S yang sudah ditangkap di daerah Jawa Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Masuk Kategori Cukup Bebas, Sulsel Jadi Sorotan dalam Rakor Kemerdekaan Pers di Makassar
-
Tanpa Antre di Saudi! Jemaah Haji Embarkasi Makassar Kini Bisa Langsung ke Hotel
-
Andi Sudirman Canangkan Kota Parepare Pusat Pertumbuhan Baru Sulsel
-
Wow! Hampir 50 Persen Penduduk Sulsel Masuk Kategori Penerima Bansos
-
Proyek PSEL Makassar Rp3 Triliun Terancam Gagal, Investor Ancam Bawa ke Arbitrase Internasional