SuaraSulsel.id - Setelah Menteri Sosial Tri Rismaharini menemukan 31.624 ASN dari 34 provinsi menerima bansos. Pemerintah daerah diminta menindaklanjuti. Mencari ASN yang tidak berhak menerima bantuan tersebut.
Pemerintah Kota Kendari pun mulai melakukan penelusuran.
"Sementara kita lacak," kata Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, Selasa (30/11/2021).
Mengutip telisik.id -- jaringan Suara.com, Wali Kota Sulkarnain mengaku belum menemukan ada ASN yang menerima bansos.
"Kalaupun ada, kita tetap ikuti peraturan yang berlaku," ujarnya.
Politikus PKS ini yakin dari jumlah temuan tersebut tidak ada satupun ASN dari Kota Kendari. Hal itu karena pemerintah kota sudah melalui proses yang cukup baik dalam menyeleksi masyarakat yang akan menerima bansos.
Sulkarnain menjelaskan, sebelum nama calon penerima bansos diusulkan ke Kemensos terlebih dulu dilakukan musyawarah kelurahan atau muskel, dan selanjutnya diverifikasi oleh pihak Dinas Sosial.
"Jadi kalau saya menduga Insyaallah tidak ada di Kota Kendari," pungkasnya.
Sebelumnya, Tri Rismaharini menyebutkan dari 31.624 ASN yang menerima bansos, sebanyak 28.965 adalah ASN aktif, sedangkan sisanya diperkirakan pensiunan.
Baca Juga: Pemkab Kukar Larang ASN Cuti Akhir Tahun: Penurunan Pangkat Bagi yang Melanggar
ASN tersebut menerima berbagai macam bansos, seperti bantuan pangan non-tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurut Risma, ASN yang menerima bansos tersebut ada yang berprofesi sebagai dosen, tenaga medis, dan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Amran Sulaiman Curhat Masa Kuliah hingga Donasi Rp300 Juta untuk SAR Unhas
-
Pemprov Sulsel: Pengadaan Kendaraan Dinas Berbasis Efisiensi Aset
-
Geger WNA Asal China Punya KTP Indonesia, Modus Licik 'Ubah Usia' Terbongkar di Makassar
-
Calon Pengantin Pria Ternyata Perempuan, Ketahuan Gara-Gara Uang Panai Rp250 Juta
-
Waspada! 7 Daerah di Sulsel Tetapkan Status KLB Campak, Apa yang Harus Dilakukan?