SuaraSulsel.id - Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, melaporkan bahwa sebuah dump truk mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Taus, Desa Kualin Kecamatan Kualin yang mengakibatkan empat orang yang menumpang truk itu meninggal di tempat.
"Empat orang yang menumpang truk itu meninggal dunia di tempat, dan delapan orang luka-luka," kata Kapolres TTS AKBP Andre Librian saat dikonfirmasi dari Kupang, Kamis 4 November 2021.
Kapolres Andre menceritakan bahwa dump truk warna kuning nomor polisi S-9838-UH terbalik dan mengalami kecelakaan lalu lintas karena sopirnya tak bisa mengendalikan kendaraan tersebut.
Berdasarkan penyelidikan diketahui bahwa kendaraan truk tersebut berjalan dari arah Bena, Kecamatan Amanuban Selatan menuju Kolbano, Kecamatan Kolbano, Kabupaten TTS.
Saat tiba di lokasi kejadian, roda kiri dump truk jatuh ke sisi kiri jalan. Selanjutnya pengemudi berusaha banting setir ke kanan. Namun, kendaraan tersebut oleng dan terbalik serta jungkir ke kanan jalan arah kendaraan.
"Empat orang yang meninggal dunia itu tiga orang pria dan satu orang wanita. Mereka merupakan warga Kabupaten Kupang tiga orang dan satu orang lagi dari Kabupaten TTS," ujar Kapolres.
Empat warga yang meninggal dunia yakni Lambertus Atonis (20), Dominggus Nabut (50), Titus Taunu (50), dan satu lagi Norce Liunokas (55).
Selain empat korban meninggal dunia, ada delapan orang mengalami luka berat dan 24 orang mengalami luka ringan. Anggota Unit Laka Satuan lantas Polres TTS langsung ke lokasi kejadian dan melakukan identifikasi serta olah tempat kejadian perkara.
Para korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Kualin, Kabupaten TTS. Polisi juga mengamankan lokasi kejadian dan mengamankan pengemudi.
Baca Juga: Jenazah Vanessa Angel dan Suami Dimakamkan di Taman Makam Malaka Besok Pagi
"Pengemudinya saat ini sudah diamankan oleh anggota," ucap dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ahli Waris Tagih Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang, Pemprov Sulsel : Sudah Bersertifikat dan Clear
-
Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta