Perkembangan tarekat ini di Maros ditandai juga dengan bangunan monumental berupa masjid bernama Urwatul Wutsqa yang didirikan oleh raja keempat Turikale, berjuluk Syekh Abdul Qadir Jaelani pada tahun 1854.
Masjid inilah yang menjadi tempat awal pengembangan tarekat Khalwatyah Samman, selain Leppakomae dan Pattene di Maros.
Tak hanya menyimpan sejarah pengembangan Islam, khususnya tarekat Khalwatyah, salah satu masjid tertua di Maros ini juga menjadi tempat menggagas pendirian Kabupaten Maros, termasuk penentuan nama Maros.
Bangunan asli masjid ini tetap terjaga meskipun telah beberapa kali dipugar. Bahkan beduk dan mimbar yang hampir seumur dengan masjid itu juga masih terawat.
Karena tahun ini tren COVID-19 mulai turun dan vaksinasi terus digalakkan, Maulid Akbar kembali digelar.
Jemaah Khalwatiyah Samman yang jumlahnya kurang lebih seribu orang, hadir dalam Maulid Akbar sekaligus peringatan haul ke-54 wafatnya pimpinan tarekat, di Pattene.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sulawesi Selatan Matangkan Persiapan HKG PKK Nasional 2026
-
Amran Sulaiman Curhat Masa Kuliah hingga Donasi Rp300 Juta untuk SAR Unhas
-
Pemprov Sulsel: Pengadaan Kendaraan Dinas Berbasis Efisiensi Aset
-
Geger WNA Asal China Punya KTP Indonesia, Modus Licik 'Ubah Usia' Terbongkar di Makassar
-
Calon Pengantin Pria Ternyata Perempuan, Ketahuan Gara-Gara Uang Panai Rp250 Juta