SuaraSulsel.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Daerah Pemilihan Luwu Raya mengaku belum mengetahui kasus dugaan pencabulan terhadap tiga anak yang diduga dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial SA (43 tahun) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Hal ini diungkapkan oleh Irwan Hamid, Anggota DPRD Sulsel, Dapil Luwu Raya dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia mengatakan tidak mengetahui persoalan dugaan pencabulan terhadap tiga orang anak di bawah umur yang dihentikan penyelidikannya oleh polisi. Karena diklaim tidak cukup bukti.
"Tidak saya tahu itu kasusnya. Saya tidak dapat infonya," kata Hamid kepada SuaraSulsel.id, Jumat 8 Oktober 2021.
Bukan cuma itu, hal serupa juga disampaikan oleh Anggota DPRD Sulsel Dapil Luwu Raya bernama Andi Syarifuddin Patahuddin.
Andi Syarifuddin yang diketahui berasal dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku belum dapat memberikan banyak keterangan terkait kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum ASN terhadap tiga orang anak di Luwu Timur, Sulsel.
Ia beralasan saat ini pihaknya masih berupaya mengumpulkan data. Mengenai kasus dugaan pencabulan terhadap tiga orang anak dibawah umur yang dihentikan penyelidikannya oleh polisi.
"Belum pa, saya sementara minta anggota untuk cari data. Kami di PKS sedang mengumpulkan data dan info tentang hal tersebut. Rencana akan melakukan advokasi jika memang datanya valid," kata dia.
"Coba komunikasi Esra Lambang, Taqwa Muller, atau A Hatta karena pas wilayah atau tempat tinggal mereka," tambah Syarifuddin.
Anggota DPRD Sulsel Dapil Luwu Raya Taqwa Muller menjelaskan, dirinya baru mengetahui adanya kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum ASN terhadap tiga orang anak di Kabupaten Luwu Timur. Setelah membaca sejumlah berita.
Baca Juga: Selidiki Dalih SP3, Komisi III Minta Mabes Polri Ambil Alih Kasus ASN Perkosa 3 Anak
Hanya saja, Taqwa yang diketahui dari fraksi Partai Golkar tersebut mengaku belum mengetahui terkait perkembangan kasus itu seperti apa. Karena dia belum memiliki data.
"Saya baru dengar itu, saya baru dengar ini kejadian. Memang kemarin saya baca-baca tapi saya baru tahu lagi ini. Saya kurang ini, perkembangannya seperti apa ini. Belum ada datannya, kita belum ini," jelas Taqwa.
Kemudian, Anggota DPRD Sulsel Dapil Luwu Raya bernama Marjono juga mengaku belum bisa berkomentar. Terkait kasus dugaan pencabulan terhadap tiga anak di Kabupaten Luwu Timur. Alasannya, karena kasus itu baru dia ketahui setelah membaca artikel di media sosial.
"Saya belum bisa komentar karena saya baru lihat di medsos juga itu. Belum saya tahu sumber aslinya, jangan mi saya berkomentar dulu. Belum ada data, karena itu kasusnya kan tahun 2019 itu, saya baca-baca tadi di medsos. Tidak tahu tulisan itu benar atau tidak, tidak pernah dianu. Jangan mi saya berkomentar dulu karena nanti saya berkomentar baru tidak benar sumbernya," katanya.
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makassar mendesak Mabes Polri membuka kembali kasus dugaan pencabulan terhadap tiga orang anak yang dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial SA di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Anggota LBH Makassar, Rezki Pratiwi selaku kuasa hukum korban mengatakan kasus ini telah dilaporkan oleh ibu korban RS pada Oktober 2019 silam. Hanya saja, ia menilai penanganan kasus dugaan pencabulan tersebut cacat prosedur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Sapi Kurban Presiden Prabowo 923 Kilogram Disembelih di Makassar
-
Pemprov Sulbar Berikan Modal Usaha Rp5 Juta Untuk 200 Keluarga
-
Serang Warga Pakai Anak Panah, 10 Anggota Geng Motor di Maros Diringkus Polisi
-
Sosok Rifaldy Fajar, Putra Bulukumba Disebut dalam Skandal Riset AI di Kopenhagen
-
Makassar Banjir Hewan Kurban: 7.261 Sapi Disembelih