Kota Makassar kini berada dalam zona kuning penyebaran Covid-19. Kota Makassar sudah masuk dalam wilayah PPKM Level 2.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku hal tersebut berkat kerja sama semua pihak yang telah mendukung berjalannya Program Makassar Recover.
“Alhamdulillah jumlah warga terpapar saat ini makin berkurang. Tadinya zona merah dengan jumlah penderita covid yang tinggi, sekarang sudah kuning atau penderita covid minim," ungkap Danny Pomanto.
Danny Pomanto pun resmi menutup fasilitas isolasi apiung di kapal milik PT Pelni KM Umsini. Setelah kurang lebih dua bulan beroperasi.
Baca Juga: Ridwan Kamil Bicara Soal Klaster Covid-19 di 149 Sekolah Jawa Barat
“Alhamdulillah kita akhiri karena BOR-nya sudah sangat rendah. Satu kota itu cuman 8 persen. Di kapal ini BOR-nya 2,5 persen. Sehingga sudah selayaknya itu berarti program isolasi terpadu itu berhasil. Kenapa berhasil? karena berhasil menekan BOR. Itu menjadi rujukan,” kata Danny.
Selanjutnya, Danny Pomanto akan mengevaluasi setiap bulan. Serta akan mengantisipasi jika ada lonjakan secara tiba-tiba.
Salah satunya dengan menggencarkan vaksinasi di Kota Makassar. Hingga masuk ke lingkungan Rukun Tetangga atau RT.
“Ini bukan sekadar program. Tapi sebuah sejarah yang membuat dunia melirik Kota Makassar dan menjadikan contoh. Tapi jangan lengah, tetap protokol kesehatan,” imbau Danny Pomanto.
Disiplin Protokol Kesehatan
Baca Juga: Ingin Nonton PON XX Papua 2021? Ketahui Dulu Protokol Kesehatan untuk Penonton
Penanganan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan diklaim terkendali. Daerah yang masuk dalam zona orange dalam kasus penyebaran Covid-19 tersisa Kabupaten Luwu Timur dan Tana Toraja.
Berita Terkait
-
Dikumpulkan di Istana, Prabowo ke Anak-anak Sekolah: Jangan Ikut-ikut Hal Negatif!
-
Kapan Masuk Sekolah Setelah Libur Lebaran 2025? Ini Jadwal Kalender Belajar
-
Alhamdullillah! Dana BOS Madrasah dan BOP RA Cair, Berikut Syarat Pencairannya
-
Usai Lebaran, Prabowo Cari Guru Sekolah Rakyat! Begini Mekanismenya
-
Tak Harus Tunggu SPMB, Mendikdasmen Sebut Siswa Bisa Daftar Sekolah Rakyat Kapan Saja
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Dosen Unismuh Makassar Dikirim Kemenkes Bantu Korban Gempa Myanmar
-
BRI Menang Penghargaan Internasional The Asset Triple A Awards untuk Keuangan Berkelanjutan
-
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Lokal, Danau Talaga & Tateli Jadi Favorit Warga
-
Polisi Selidiki Kejanggalan-kejanggalan Kematian Perempuan Asal Toraja di Makassar
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka