SuaraSulsel.id - Muhammad Ilham, penyintas Covid-19 di Kota Makassar membagikan pengalamannya kepada SuaraSulsel.id. Setelah hasil Tes PCR mengkonfirmasi dirinya terpapar Covid-19.
Hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction atau yang dikenal dengan Tes PCR dilakukan Ilham di salah satu klinik di Jakarta pada 9 Juli 2021.
Saat itu, Ilham sangat bersemangat untuk segera kembali ke kampung halamannya di Desa Tanete, Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah satu tahun lebih merantau ke Pulau Jawa.
Pria berusia 24 tahun ini alumni Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Alaudddin, Makassar. Bekerja di Jakarta dengan upah sesuai standar UMR di Jakarta, Rp4,3 Juta per bulan.
“Saya ke Jakarta Februari 2021 untuk kerja jadi desain grafis. Baru satu tahun lebih,” kata Ilham kepada SuaraSulsel.id, Kamis 2 September 2021.
Jelang lebaran Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada 20 Juli 2021, Ilham bersyukur mendapatkan libur dari kantor. Namun perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta Tangerang menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar tidak mudah. Semua penumpang wajib memperlihatkan bukti hasil tes PCR. Hanya warga yang negatif boleh terbang.
Ilham terpaksa melakukan tes PCR di Jalan Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan. Biayanya Rp 900 ribu. Untuk Ilham, biaya tes PCR ini sangat mahal. Tapi demi pulang kampung, Ilham rela merogoh dompet. Sebelum Tes PCR, Ilham sudah mengeluarkan uang untuk harga tiket saat itu Rp 750 Ribu.
“Saya tes PCR di Jakarta. Nama tempat tesnya itu MyLab di Jakarta. Saya tes tanggal 9 Juli 2021. Hasilnya keluar tanggal 10 Juli 2021. Cuma sehari keluar hasilnya,” terang Ilham.
Setelah berusaha dan mengeluarkan biaya yang besar untuk bisa pulang ke Makassar, Ilham mendapatkan kabar mengejutkan. Meski kondisi tubuhnya sehat, namun hasil Tes PCR menunjukkan Ilham terkonfirmasi positif.
Baca Juga: Dilema Tes PCR: Jokowi Teriak Harga Turun, Praktiknya Masih Mahal
“Tidak jadi lebaran di kampung. Terpaksa saya refund tiket pesawatnya. Uang tiket diganti 30 persen, dari maskapainya. Tiga bulan ke depan baru bisa kita terima uangnya,” beber Ilham.
Karena tidak bisa terbang, Ilham kembali ke tempat kos dengan sewa Rp 700 ribu per bulan. Untuk melakukan isolasi mandiri. Beberapa hari kemudian, Ilham baru merasakan demam dan indra penciumannya hilang.
Beruntung selama isolasi mandiri, masih ada teman yang bersedia membantu segala kebutuhan Ilham. Termasuk mengantarkan makanan setiap hari.
Dua minggu setelah isolasi mandiri, Ilham merasa sudah pulih. Kemudian inisiatif melakukan tes PCR kembali. Berbeda dengan tes PCR yang pertama, kali ini Ilham mulai mencari tes PCR yang harganya lebih murah.
Setelah mengecek beberapa klinik yang menyediakan jasa tes PCR, Ilham menemukan harga yang bervariasi. Antara Rp Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta. Hasil tes PCR, semua hasil keluar setelah tiga hari melakukan pemeriksaan.
Hasil tes PCR kedua membuat Ilham lega. Dia dinyatakan negatif berdasarkan hasil pemeriksaan PCR di Neo Clinic, Jalan Puri Kembangan, Jakarta Barat pada akhir Juli 2021. Untuk tes kedua Ilham mengeluarkan biaya Rp 745 ribu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna