Abdul Rahman juga tak punya bukti sebagai dasar bahwa uang itu adalah pinjaman. Ia hanya mengaku tak tahu saat dicecar lebih jauh soal pinjaman tersebut.
"Tidak ada akad, tidak ada agunan, tidak ada kwitansi. Tidak ada dasar dia. Makanya hakim mengejar keterangan saksi," tuturnya.
Ditangkap Saat Pulang
Saksi lain, Nuryadi masih ingat betul saat ditangkap oleh tim KPK. Ia menceritakan, saat itu mereka sedang dalam perjalanan pulang ke Bulukumba.
Nuryadi adalah sopir terdakwa Agung Sucipto. Sebelum kejadian, Agung Sucipto sempat memintanya untuk diantar ke Kafe Fireflies Jalan Pattimura, Makassar.
"Sore harinya Pak Agung kasih saya koper warna hijau. Sekitar jam 4 sore di rumah. Dia bilang kasih naik ini koper ke mobil, tapi saya tidak tahu isinya," ungkap Nuryadi.
Koper tersebut kemudian ditaruh di mobil BMW. Mereka melaju ke kafe yang dimaksud.
Saat di kafe, ada dua orang yang datang. Nuryadi mengaku tak mengenali orang tersebut.
"Dia tanya sopirnya Pak Agung. Saya bilang iya. Dia suruh ke mobil Honda jazz, dan ambil uang," bebernya.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Kerahkan 5 Mobil Vaksinasi ke Daerah, Kejar Target Herd Imunity
Uang itu ditaruh di dalam plastik hitam. Jumlahnya Rp 1 miliar lebih. Nuryadi mengaku sempat diminta menghitung, namun menolak.
"Dia cuma bilang ada uang 1 miliar. Yang kasih saya uang beda dengan orang yang bertemu dengan Pak Agung di kafe (Pancious)," ungkapnya.
Sekitar pukul 21.00 Wita, Agung kemudian memintanya untuk bertemu dengan Edy Rahmat di Rumah Makan Nelayan. Setelah makan mereka menuju ke Taman Macan.
"Uang tadi disuruh kasih pindah ke mobil Edy. Saya disuruh kasih turun koper sama ransel. Agung cuma bilang kasih pindah semua ransel dan koper ke mobil Pak Edy," sebutnya.
Setelah itu, kata Nuryadi, mereka pulang ke rumah Agung Sucipto. Sekitar sejam lebih di rumah Agung, mereka berangkat pulang ke Bulukumba.
"Di perbatasan Jeneponto-Takalar, kami ditahan oleh KPK. KPK suruh turun dari mobil dan kami langsung dibawa oleh KPK," tukas Nuryadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini
-
Lagi-lagi Antre Solar Makan Korban, Petugas SPBU di Mamuju Dibacok Sopir Truk
-
Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private
-
BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan
-
57 Pelajar Keracunan MBG di Kendari, Kepala SPPG Minta Maaf