SuaraSulsel.id - Dugaan tindak pidana menggunakan ijazah palsu menjadikan tersangka Joni Daud, Anggota DPRD Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, periode 2019 – 2024.
Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Joni Daud resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Mamasa. Setelah dinyatakan berkas perkaranya lengkap atau P21.
Kajari Mamasa melalui Kasi Intelijen Andi Dharman membenarkan seorang Anggota DPRD Kabupaten Mamasa, berkas perkaranya sudah dilimpahkan oleh pihak penyidik Kepolisian Polda Sulbar.
Kata dia, dalam pelimpahan berkas perkara tersangka Joni Daud, yang sudah dinyatakan P21, Kejaksaan langsung melakukan penahanan kepada tersangka selama 20 hari kedepan. Untuk dilakukan penuntutan di Pengadilan Negeri Polman.
“Iya sudah berkasnya dinyatakan P21 dan sudah diserahkan ke kami ( Jaksa ) beserta tersangkanya. Dan kami langsung tahan selama 20 hari kedepan untuk menunggu sidang penuntutan di PN Polman. Dan saat ini kami titip di sel tahanan Mapolres Mamasa,“ jelas Andi Darman kepada Pojokcelebes.com -- jaringan Suara.com
Menurut Darman, alasan penahanan tersangka karena takutnya terdakwa menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi – saksi lain terhadap kasus tersebut.
Selain itu, kasus dugaan pemalsuan ijazah dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara berdasarkan KUHP dan Pasal 263 Ayat 4 KUHP, tentang pemalsuan surat.
“Kasusnya ini dugaan pemalsuan ijazah, salah satu menjadi persyaratan tersangka kala itu mendaftar menjadi Anggota Legislatif. Berkasnya kami sudah terima dan kedepan akan kami limpah ke pengadilan negeri untuk dilakukan penuntutan,“ pungkas Darman.
David, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa yang juga Ketua DPD Partai Hanura Kabupaten Mamasa, mengaku prihatin dengan persoalan yang menimpa rekannya sesama Anggota DPRD.
Baca Juga: Rini Pratiwi, Anggota DPRD Tanjungpinang Dituntut 1 Tahun Penjara Gegara Ijazah Palsu
Meskipun demikian, tetap memberikan dukungan moril sebagai satu keluarga. Agar persoalan yang menimpa rekannya bisa dijalani dengan lapang dada dan aman.
“Pasti prihatin, semoga Pak Joni Daud segera lepas dari masalah ini. Dan kami sangat prihatin secara lembaga. Jika ada anggota kami yang tersandung masalah hukum, bagaimana pun kami ini satu keluarga, jadi berharap semua anggota DPRD dalam keadaan aman – aman saja,“ kata David dalam rilisnya yang dilayangkan ke Redaksi pojokcelebes.com
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dukung MotoGP 2026, BRI Dorong Sport Tourism Indonesia Semakin Mendunia
-
Mutasi Besar-Besaran! Ini Daftar Lengkap 4 Kapolda Baru di Sulawesi
-
Kapolri Suyudi Ganti Kapolda Sulawesi Selatan
-
Manusia Zaman Es di Sulawesi Konsumsi Buah Pinang Sejak Ribuan Tahun Silam, Lebih Tua dari Ganja
-
Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain