SuaraSulsel.id - Lahan di kawasan Benteng Somba Opu diklaim milik warga. Ada pihak yang mengaku sebagai ahli waris dari tempat bersejarah tersebut.
Awalnya, kabar ini dibagikan oleh Horst Hebertus Liebner, pria berkebangsaan Jerman yang menetap di dekat Benteng Somba Opu. Ia membagikan foto sampah yang bertumpuk di lahan Benteng Somba Opu, Jumat, 6 Agustus 2021.
Horst mengaku kaget. Saat melihat kawasan tersebut ditimbun pakai sampah. Dulunya lahan itu kosong dan hanya ditumbuhi beberapa pohon pisang.
Horst kemudian mengecek dan ternyata betul. Sampah setinggi satu meter lebih itu sedang dibakar oleh beberapa orang.
"Saya baru tahu tadi setelah ambil foto. Saya cek di Google Streetview. sangat berbeda keadaannya tahun 2019, awal tahun ini dan tambahan saya tadi sore. Ya begitulah, Google Streetview bantu menunjukkan sampah di pintu masuk Benteng Somba Opu. Itu bukan saya yang buat titik itu," ujar Horst, kemarin.
Kabar beredar, lahan tersebut akan dibangun perumahan sederhana. Namun, masih berperkara. Pemprov Sulsel juga kukuh lahan itu masih masuk dalam peta kawasan bersejarah.
"Tidak boleh diubah (fungsinya). Kami di UPT sementara koordinasi dengan pihak kelurahan soal bukti kepemilikan lahan tersebut," ujar Azhar Arifin, Kepala UPT Taman Budaya Somba Opu saat dikonfirmasi.
Azhar mengaku lahan tersebut diklaim oleh salah satu ahli waris yang belum diketahui pasti namanya. Beberapa waktu terakhir penimbunan sudah masif dilakukan.
"Rencana hari Senin bersama pihak kelurahan kami akan mencari bukti kepemilikan lahan tersebut," tambahnya.
Baca Juga: Pemakaman Macanda Penuh, Ini Lokasi Baru Pemakaman Jenazah Covid-19 Pemprov Sulsel
Lokasi yang ditimbun ini dekat dengan pintu masuk, samping kuburan dan masjid. Pihaknya juga masih menunggu bukti kepemilikan milik Pemprov Sulsel dari Biro Aset.
Kata Azhar, oleh ahli waris disebut lahan itu belum dibebaskan. Makanya diklaim masih milik pribadi.
"Kami juga belum ada data tentang lahan tersebut, makanya kami baru berkoordinasi dengan biro aset dan data di kelurahan," tuturnya.
Benteng Somba Opu adalah saksi sejarah Makassar dan kerajaan Gowa di zaman penjajahan Belanda. Dulunya disebut sebagai kerajaan yang terbesar dan terkuat.
Pengelolaannya saat ini ada di bawah naungan Dinas Pariwisata Pemprov Sulsel. Sayang, minim perhatian.
Di beberapa bagian, kondisi bangunannya sudah tak layak. Deretan rumah adat yang jadi khasnya sudah lapuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Jalan Nasional Baru Diperbaiki Sudah Hancur, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
-
Tiga Nelayan Pangkep Ditemukan Usai Hilang Lima Hari
-
Dua Pembobol ATM Dengan Las Ditangkap Polisi
-
Demo Pemekaran Luwu Raya Ricuh, Tujuh Satpol PP Terluka
-
Pemprov Sulsel Kebut Perbaikan Jalan Impa Impa Anabanua Kabupaten Wajo