Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Rabu, 28 Juli 2021 | 14:27 WIB
Wali Kota Makassar Danny Pomanto memakai baju adat. Ikut serta dalam siaran serentak di Kantor RRI, Kamis, 1 April 2021. RRI adalah tempat awal siaran radio di Sulsel [SuaraSulsel.id / Istimewa]

SuaraSulsel.id - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan siap membantu Satgas Covid-19 Sulsel untuk mengurus jenazah pasien Covid-19. Sayangnya, mereka tak bisa masuk ke pekuburan Pemprov di Macanda, Gowa.

Hal tersebut diungkapkan Danny menanggapi banyaknya jenazah di Makassar yang mengantre untuk dimakamkan. Sangking lamanya menunggu, ada yang sudah membusuk.

Kata Danny, Pemkot mau saja membantu Satgas Covid. Hanya saja ada aturan untuk masuk ke pemakaman milik Pemprov Sulsel itu.

"Persoalannya aturannya begitu. Hanya boleh untuk anggota Satgas Covid-19 Sulsel, tidak boleh masuk kalau bukan dari provinsi," ujar Danny, Rabu, 28 Juli 2021.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Keterisian BOR Rumah Sakit di Medan Capai 73 Persen

Selama ini, Pemkot sudah terlibat mengurus jenazah pasien Covid-19. Mulai dari pemulasaraan hingga menyiapkan enam unit ambulans untuk mengangkut jenazah.

Namun, karena mobil jenazah tak boleh dicampur dengan pasien, Pemkot akan membeli enam unit mobil lagi.

"Kita juga jemput jenazah yang isolasi mandiri di rumah lalu antar ke rumah sakit milik Pemkot. Dulu ini memang full (dari) Provinsi," tambahnya.

Kata Danny, bukan saatnya untuk saling menyalahkan di kondisi begini. Namun, bagaimana untuk bahu membahu menekan kasus kematian yang terus naik.

"Kita tidak bermaksud saling menyalahkan. Paling tidak ini jadi peringatan," tuturnya.

Baca Juga: Tempat Pangkas Rambut di Jakarta Kini Boleh Beroperasi Asalkan Patuhi Syaratnya Ini

Koordinator Posko Satgas Covid-19 Provinsi Sulsel Arman Bausat mengaku pihaknya cukup kewalahan mengurus jenazah pasien Covid-19. Keterbatasan tenaga jadi salah satu penyebabnya.

Load More