SuaraSulsel.id - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, biasa disapa Danny Pomanto mengatakan, Pemerintah Kota Makassar segera merespons temuan Satgas Detektor. Setelah menemukan hampir 5 ribu warga memiliki saturasi oksigen dibawah 90 persen.
"Semua warga yang terlacak memiliki saturasi rendah akan menjalani tes PCR. Untuk memastikan penyebabnya karena Covid atau bukan," kata Danny Pomanto kepada SuaraSulsel.id, Rabu 14 Juli 2021.
Danny Pomanto mengatakan, Satgas Detektor akan terus bekerja melacak dan mencari tahu kondisi kesehatan warga. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar. Seperti tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, dan saturasi oksigen.
Warga Makassar diminta bekerjasama mempermudah kerja-kerja relawan Satgas Detektor di lapangan. Jika ada warga yang menolak karena khawatir bisa memilih cara lain.
"Periksa sendiri kondisi kesehatannya dan serahkan hasilnya kepada Satgas Detektor," ungkap Danny Pomanto.
Kemarin, Danny Pomanto meninjau lokasi Kapal Pelni yang akan dijadikan lokasi isolasi mandiri bagi pasien Covid-19. Pemkot Makassar bekerjasama dengan PT Pelni akan mengoperasikan KM Umsini. Sebagai tempat isolasi bagi warga yang memiliki gejala ringan atau yang tidak memiliki gejala. Tapi positif Covid-19.
Sebelumnya, Tim Detektor Kota Makassar berhasil mendata ribuan warga dalam waktu empat hari. Hasilnya, ditemukan 4.941 orang memiliki saturasi oksigen di bawah 90 persen.
Hal itu diungkap Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, saat melakukan rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan Makassar Recover secara virtual.
Sebanyak 61.137 orang sudah terdata Tim Detektor. Ternyata warga dengan kondisi suhu badan diatas 38 derajat celcius dideteksi sebanyak 740 orang. Sementara, untuk saturasi dibawah 90 persen terdapat 4.941 orang.
Baca Juga: Bahaya! Hampir 5 Ribu Warga Makassar Ditemukan Memiliki Saturasi Dibawah 90 Persen
Guru besar Fakultas Kedokteran Unhas Prof Idrus A Paturusi mengungkapkan, bahaya jika nilai saturasi di bawah 90 persen.
“Di bawah 95 persen saja itu sudah bahaya. Ini yang banyak terjadi di Kota Jakarta. Biasa disebut Happy Hypoxia, dimana orang-orang tidak mengetahui jika oksigen dalam darahnya berkurang. Dan ini bahaya jika tidak ditindaki dengan cepat. Untungnya para tim detektor turun melacak. Meski banyak pro kontra,” kata Idrus Paturusi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Di Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Selamat dari Serangan Maut yang Tewaskan Suami dan Anak, Begini Kondisi Nurhanisa
-
Rumah Sakit Rp161 Miliar Mulai Dibangun di Gowa, Pasien Tidak Harus ke Makassar